FPI Ubah Paradigma Perjuangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Front Pembela Islam (FPI) akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran. Perjuangan lebih ditekankan lewat pembangunan ekonomi, pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat melalui jalur hukum. "Selama ini, FPI diidentikkan dengan kelaskaran dan kerusuhan, sehingga perjuangan FPI tidak kelihatan. Kedepannya, untuk menghentikan praktek-praktek kemaksiatan seperti perjudian dan pelacuran, FPI akan menempuh jalur hukum," kata Ahmad Sobri Lubis, Sekretaris Jenderal FPI, usai bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (18/12). Untuk itu, FPI telah menyiapkan puluhan pengacara untuk memantau dan mengangani semua persoalan hukum yang akan dihadapi FPI. "Kami akan kejar sampai tuntas semua praktek kemaksiatan, mulai dari perijinannya sampai beking-beking di belakangnya," kata Sobri.Paradigma baru itu, kata Sobri, akan diputuskan dalam musyawarah nasional pertama FPI, 19-21 Desember 2003, di Jakarta. Rencananya, Menteri Agama akan membuka perhelatan FPI yang juga akan diisi Wakil Presiden Hamzah Haz sebagai salah satu pembicara itu. "FPI memiliki 22 cabang di 22 provinsi dengan anggota sekitar 870 ribu," kata Sobri lagi. Sapto Pradityo - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.