Alasan PKS 'Ngotot' Menterinya Tak Boleh Diusik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suswono. ANTARA/Andika Wahyu

    Suswono. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim keempat politikusnya yang menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II merasa nyaman bekerja di koalisi pemerintahan. Pernyataan para menteri itu disampaikan saat memaparkan testimoninya dalam Rapat Pimpinan Nasional PKS di Hotel Sahid Jakarta, tadi malam.

    “Semua mengatakan nyaman berada di koalisi pemerintahan, kerjanya produktif,” kata Kepala Biro Humas Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera, dalam acara diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2011.

    Mardani mengatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, dan Menteri Riset dan Teknologi Suharno mengaku sudah bekerja dengan baik. “Tidak ada cacatan,” ujar dia.

    Jika alasannya reshuffle adalah kinerja, kata dia, tidak ada alasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot menteri dari kadernya. Namun, dia melanjutkan, soal reshuffle itu hak prerogarif Presiden.

    Mardani menegaskan setiap kader PKS yang menjadi menteri, jabatan di partai harus ditanggalkan. Hal itu dilakukan agar kinerja menteri bisa fokus dan tidak ada titipan dari partai. Dia mengklaim menterinya siap bekerja lebih dari 24 jam.

    Namun ketika ditanya tentang kabar bahwa jika satu menteri dicopot PKS maka semua menteri akan mundur, Mardani tidak menjawab. “Tunggu hasil rapat pimpinan siang ini,” kata dia.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.