Buktikan Pelanggaran, Nazar Tantang Chandra untuk Dikonfrontasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bantahan pimpinan KPK, Chandra M. Hamzah, soal tudingan pelanggaran etika melalui media, kemarin, dinilai belum tepat. Afrian Bondjol, pengacara Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games Jakabaring, Palembang, menyebutkan pengakuan Chandra mengenai adanya pertemuan dengan Anas-Nazar sudah cukup membuktikan adanya pelanggaran etika. “Tinggal dibuktikan ada atau tidak pelanggaran pidana, ada atau tidak kasus korupsinya,” ujar Afrian saat dihubungi, Sabtu, 24 September 2011.

    Menurut Afrian, dalam konteks pelanggaran etika yang dilakukan, pertemuan Chandra dengan dua pengusaha di rumah Nazar sudah cukup menjadi indikator. Patut tidak seorang pimpinan KPK menerima pengusaha, di rumah Nazar lagi,” ujarnya.

    Mengenai bantahan Chandra pernah menerima uang dari pengusaha yang ada kaitannya dengan kasus yang sedang diusut KPK di rumah Nazar, Afrian menilai sah saja. Pasalnya, menurut Afrian, Nazar tidak pernah menyebutkan Chandra menerima duit terkait dengan kasus di KPK. “Nazar bilang uang itu tidak untuk kasus E-KTP dan BOS. Dia hanya bilang untuk mengamankan, bukan untuk kasus.”

    Kemarin, dalam konferensi pers yang digelar di gedung KPK, Chandra membantah sudah menerima sejumlah uang. "Itu semua fitnah," katanya. Ia bahkan menantang Nazar untuk membuktikan pernyataan Nazar itu. Bahkan ia juga membantah tidak pernah bertemu dengan pengusaha mana pun. "Selama di KPK, saya hanya makan gaji saya. Bahwa saya tidak bisa dibeli dengan memperdagangkan kasus," ujar Chandra.

    Mengenai pengakuan Chandra ini, Nazar meminta Komite Etik mempertemukannya dengan Chandra dan Ade Raharja. Nazar mengaku siap dikonfrontasi dengan pihak mana saja soal pernyataan bahwa Chandra telah menerima sejumlah uang.

    Untuk pertemuan itu, Nazar bahkan menyebutkan siap menyatakan pernyataan di bawah sumpah dan menggunakan detektor. “Bahkan kalau perlu disaksikan wartawan dan ditayangkan langsung di televisi,” lanjut Afrian.

    Menurut dia, permintaan konfrontasi ini sudah dilayangkan tim pengacara Nazar ke Komite Etik sejak dua pekan silam. Namun hingga kini, belum ada respons dari Komite Etik. Selain itu, untuk membuktikan ucapannya, Nazar juga pernah meminta Komite Etik untuk mempertemukannya dengan sejumlah staf dan ajudan Chandra. “Akan saya tunjuk siapa staf Chandra yang hadir di rumah dan menjemput saya ke basement,” ujar Afrian mengulang perkataan Nazar.

    Selain itu, dia menyebutkan jika dikonfrontasi, Nazar akan menceritakan pengetahuannya tentang ruangan Chandra. “Saya hafal bagaimana ruangan Chandra,” lanjut Nazar lagi, seperti ditirukan Afrian.

    IRA GUSLINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.