Rabu, 21 Februari 2018

Haryanto Taslam: Soal PDI Perjuangan Korupsi, Kwik Benar

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 24 Juli 2003 09:28 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Kwik Kian Gie bahwa partai berlambang banteng gemuk itu melakukan korupsi yang paling besar diantara partai lain merupakan wujud keprihatinannya terhadap partai. Mungkin sudah sampai pada puncaknya sehingga Kwik perlu menyatakan hal itu secara terbuka, kata Haryanto Taslam, salah satu anggota partai itu, kepada Tempo News Room di Gedung DPR/MPR, Jakarta Rabu (19/2). Seperti diberitakan berbagai media massa, Kwik, salah satu ketua DPP Partai itu, menuduh bahwa PDIP telah melakukan korupsi. Jumlah korupsi yang dilakukan merupakan yang terbesar di banding partai lainnya. Selain itu, Kwik juga memprediksikan bahwa dengan kinerja pengurus seperti sekarang ini, partai berlambang partai gemuk ini akan kalah pada pemilu 2004. Taslam sendiri menilai pernyataan itu memiliki nilai kebenaran. Ia mencontohkan terjadinya praktek politik uang yang dilakukan oleh kader PDIP dalam berbagai proses pemilihan kepala daerah baik untuk tingkat kabupaten/kota atau provinsi. Namun demikian, lanjut dia, hal ini sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Ia merujuk kepada status Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Namun, lembaga peradilan jarang berhasil mengganjar para pelaku korupsi itu. PDIP juga merupakan partai politik yang memiliki kader paling banyak di lembaga perwakilan rakyat. Maka jika terjadi korupsi, kata dia, orang bisa menarik kesimpulan bahwa PDIP melakukan korupsi paling besar. Itu logika yang paling gampang kata dia. Indikasi lainnya, lanjut dia, adalah kerap terjadi keributan antar kader partai yang bernuansa uang. Sementara berkenaan dengan indikasi korupsi ditingkap DPP, lanjut Taslam, bisa terlihat dari penunjukkan orang di luar partai untuk menduduki posisi kepala daerah. Ia mencontohkan persetujuan DPP terhadap pencalonan Sutiyoso sebagai gubernur mewakili partai, padahal pada saat yang sama ada kader partai yang ikut mencalonkan diri. Hal yang sama, kata dia terjadi di Lampung. Orang lain tiba-tiba dikasih dukungan, anak buahnya malah dipecatin. Ada apa? kata dia sambil menambahkan walaupun jika nanti ternyata hal ini tidak terkait langsung dengan uang, keputusan partai tetap sebuah bentuk korupsi. Hingga saat ini, lanjut dia, dirinya belum berbicara langsung dengan Kwik Kian Gie mengenai pernyataan yang menghebohkan itu. Namun, lanjut dia, sebagai orang yang telah lama saling kenal, ia bisa memahami jalan pikiran Kwik. Taslam sendiri menilai pernyataan itu masih kurang keras. Ia mengusulkan agar dewan pimpinan pusat partai dilikuidasi. Karena nggak bisa membawa perbaikan apa-apa, kata dia. Berkenaan dengan pernyataan Pramono Anung, wakil sekretaris jenderal, yang menyatakan DPP akan memanggil Kwik untuk meminta bukti kongkrit atas pernyataannya itu, Taslam justru balik bertanya. Apa mereka jujur kepada hati nuraninya. Kita tanya pada hati nurani saja lah, kata dia. Budi Riza --- TNR

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Penilaian Kementerian LHK soal Tiga Bulan Bersih Sampah

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penilaian kinerja pemerintah dan masyarakat terait program Tiga Bulan Bersih Sampah.