Selasa, 19 Juni 2018

Badan SAR Hentikan Pencarian Pesawat Deraya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Majalengka:Tim Pencari dari Badan SAR Nasional memutuskan untuk menutup pencarian kembali pesawat latih milik PT Deraya yang jatuh daerah Majalengka karena tidak ditemukan puing di lokasi yang diduga titik jatuhnya pesawat itu. Ketua tim pencari Agus Sukarno yang juga Kepala Kantor SAR Jakarta dalam konferensi pers di Desa Payung, Majalengka, sore ini mengatakan tim telah berhasil mencapai dan menyusuri bibir Kawah Burung yang dilaporkan sebagai titik jatuhnya pesawat. Namun, hingga pukul 15.00 WIB belum ditemukan dimana tepatnya titik jatuh pesawat Deraya. "Karenanya kami mengambil keputusan bahwa secara teknis pencarian ini dihentikan." Meskipun demikian, ia mempersilakan jika tim pecinta alam maupun tim SAR lainnya ingin mencari secara sukarela. Tim Badan SAR Nasional secara teknis menghentikan pencarian, kata dia, sampai benar-benar ada bukti bahwa kondisi pesawat ditemukan. Pesawat latih Deraya itu dinyatakan hilang di antara Cirebon dan Majalengka, 6 Februari lalu, dengan membawa tiga orang awak. Mereka adalah instruktur Berty Franky Nongsina dan dua siswa penerbang, Prasetyo Aswin Bunandir dan Gagak Eskandarian. Tim pencari dari Badan SAR Nasional sebenarnya telah menghentikan upaya pencarian Minggu (16/2) lalu. Namun, pencarian diteruskan lagi setelah ada laporan dari masyarakat dan keluarga korban yang mengaku melihat potongan sayap pesawat di areal Kawah Burung dan Blok Sadarehe, Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Pilot Deraya, Kolonel Penerbang Julikhin, atas nama perusahaan dan keluarga mengatakan menerima keputusan tim Badan SAR Nasional yang secara teknis menghentikan upaya pencarian. "Namun pihak keluarga tetap akan berusaha bekerja sama dengan tim SAR daerah Kuningan maupun Majalengka untuk meneruskan pencarian." Ketika disinggung mengenai pihak keluarga yang tetap ingin mencari korban, Julikhin menyatakan bahwa itu merupakan hak mereka sebagai keluarga untuk mencari kejelasan bagaimana kondisi anak mereka. "Kami tidak bisa memaksakan mereka untuk menghentikan upaya pencarian." Di Posko I Sadarehe, Desa Payung, Majalengka, pimpinan tim SAR daerah, Komandan Kodim Majalengka Letkol Kav. Widadi, yang didampingi Kepala Polres Majalengka Ajun Komisaris Besar Muktiono, mengatakan upaya pencarian tetap dilakukan oleh semua tim yang mereka pimpin. "Semua dana dan logistik ditanggung oleh pihak Kodim dan Polres," kata Widadi. Namun, upaya pencarian kemarin mengalami hambatan karena hujan yang disertai badai dan petir sehingga jarak pandang hanya sekitar 3 meter. "Padahal tim Wanadri, Sapujagat, perintis, dan Angkatan Udara telah mencapai bibir Kawah Burung. Namun terpaksa mereka beristirahat sementara menunggu cuaca kembali normal," kata Muktiono. (Ivansyah-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

    Merebut gelar juara di Piala Dunia bukan hal yang mudah. Dalam kompetisi empat tahunan itu, tim nasional dari berbagai negara harus bersaing ketat.