Sabtu, 24 Februari 2018

Mahasiswa Indonesia Akan Nekat Kembali ke Irak

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 23 Juli 2003 17:39 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah mahasiswa Indonesia yang kini dievakuasi di Damaskus, Suriah, ngotot ingin kembali ke Baghdad, Irak. Mereka akan kembali melanjutkan studinya dengan atau tanpa izin dari perwakilan setempat. Kita disini sedang berusaha meredam mereka agar bersabar, ungkap Muhammad Zubair, ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Damaskus, kepada TNR melalui telepon, Rabu (19/2). Zubair mengungkapkan bahwa hingga saat ini ke-34 mahasiswa Indonesia masih menunggu konfirmasi dari perwakilan RI di Baghdad. Mereka menunggu kabar tentang status mereka di Universitas Saddam apakah sudah dianggap keluar atau belum. Sebagian dari mereka sudah harus masuk pada tanggal 16 (Februari) lalu. Sekolah di sana (Baghdad) sangat ketat. Dua hari tidak masuk tanpa alasan yang tidak jelas bisa dikeluarkan, ungkap Zubair sambil menambahkan bahwa sebagian diantaranya bertekat untuk nekat kembali ke Baghdad. Ke-34 mahasiswa itu sendiri dievakuasi ke Damaskus dengan alasan yang diberikan ke sekolahnya, Universitas Saddam, untuk berlibur. Zubair juga mengungkapkan bahwa ke-34 rekannya itu telah mengetahui inisiatif pemerintah melalui perwakilan agar mereka dapat diterima di sekolah yang ada di Damaskus dengan strata yang sama. Tetapi mereka menginginkan kembali ke Baghdad. Berharap sekali, ungkap Zubair. Alasan yang diajukan adalah karena mereka sekolah di Baghdad melalui fasilitas beasiswa. Biaya hidup di negara Saddam itu juga dianggap lebih murah daripada di Damaskus. Kalau disini (Damaskus) kan sekolah bayar, kata Zubair. Selain masalah biaya hidup, Zubair juga menjelaskan soal masa studi sebagian rekan-rekannya yang hampir selesai. Yang jelas ada sepuluh orang yang kini sudah duduk di tingkat empat. Mereka merasa tanggung, sudah hampir selesai. Kata Zubair lagi. Sementara, Duta Besar Indonesia di Baghdad, Dachlan Abdul Hamied, yang dihubungi terpisah mengaku telah mengetahui kekhawatiran dari para mahasiswa itu. Dachlan mengungkapkan bahwa pihaknya akan bertemu dengan wakil Rektor Universitas Saddam pada hari Minggu mendatang. Kita akan berupaya agar para mahasiswa kita dapat cuti selama satu tahun, sambil menunggu kejelasan disini (Irak), kata dia. Dachlan mengaku telah menginformasikan rencana pertemuannya itu kepada rekan sejawatnya di Damaskus. Mereka yang seharusnya nanti akan mengabarkan kepada para mahasiswa, kata dia lagi. Dachlan mengaku hingga saat ini pihaknya belum dapat mengizinkan ke-34 mahasiswa untuk kembali ke Baghdad. Kemungkinan terjadinya perang masih fifty-fifty, ujar dia. Namun demikian diplomat berdarah Sunda itu mengaku tidak dapat berbuat lebih jauh apabila sebagian mahasiswa bersikeras untuk kembali ke Baghdad. Kita juga tidak bisa bersikap diktator dengan melarang mereka, tetapi kalau mereka memang mau tidak aman ya kembali saja, kata dia. Dachlan menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya yang terbaik untuk para mahasiswa itu dalam kapasitasnya sebagai perwakilan pemerintah RI. Dari 34 mahasiswa Indonesia di Irak, dua orang diantaranya melakukan studi S3, dua orang S2 dan sisanya studi S1. Mereka yang sedang melakukan studi S1, tujuh diantaranya berada dalam program belajar bahasa Arab. Menurut Dachlan, program S1 memang sudah mulai kembali belajar tanggal 16 Februari, tetapi yang S2 baru akan kembali aktif tanggal 28. Para mahasiswa asing lainnya di sini juga masih banyak yang belum masuk kok, terang Dachlan. (Wuragil)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.