Dituding Separatis, Umat Gereja Kingmi Akan Duduki Dewan Papua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Gereja Kingmi Berunjuk Rasa di Gedung DPR Papua, Rabu (20/7). TEMPO/Jerry Omona

    Umat Gereja Kingmi Berunjuk Rasa di Gedung DPR Papua, Rabu (20/7). TEMPO/Jerry Omona

    TEMPO Interaktif, Jayapura - Umat Gereja Kingmi (Kemah Injil Indonesia) Papua akan membanjiri Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Rabu, 20 Juli 2011, siang nanti. Aksi itu lantaran mereka kecewa dituding sebagai pengikut separatis Papua Merdeka.

    “Aksi tersebut akan diselingi dengan doa. Kita minta Dewan harus melihat masalah ini dan mencari jalan keluarnya,” kata Selpius Bobii, aktivis Papua kepada Tempo, Rabu, 20 Juli 2011.

    Ia menyesali pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Erfi Triassunu yang diduga menyebut Gereja Kingmi Papua sebagai separatis. Pernyataan itu kabarnya disampaikan di hadapan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Papua di ruang sidang Komisi A, Senin, 18 Juli 2011.

    Pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih itu sempat dimuat di sebuah situs online dari Australia. “Ya itu keterlaluan, gereja tidak ada hubungannya dengan separatis, dan ini harus diklarifikasi,” ujar Selpius.

    Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia Papua, Pdt. Dr Benny Giay, menegaskan bahwa pihaknya akan mempertanyakan kebijakan Pangdam yang membuat surat kepada institusi–institusi di Papua.

    Dalam surat bernomor R/773/lv/2011 tertanggal 30 April 2011 itu, Pangdam dikabarkan menulis 'Jika konflik tak bisa dipecahkan melalui dialog, akan diambil tindakan tegas’.

    Pangdam juga dikabarkan menulis bahwa pendirian Sinode Gereja Kingmi Papua akan menciptakan gereja berbasis kedaerahan atau kesukuan. Dengan adanya gereja kesukuan akan memperkuat jaringan masyarakat Papua untuk memperjuangkan kemerdekaan.

    Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Erfi Triassunu membantah bahwa ia telah menyebut Gereja Kingmi Papua separatis. “Tidak benar demikian. Kami perlu sampaikan juga bahwa dugaan adanya surat rahasia yang menyudutkan pihak tertentu adalah tak benar,” katanya.

    Triasunnu menjelaskan bahwa surat tersebut merupakan sikap Kodam XVII/Cenderawasih dalam melaksanakan tugasnya melindungi warga negara. “Jadi, tidak ada maksud apa pun dari surat tersebut,” ujarnya.

    Unjuk rasa siang nanti rencananya diwarnai dengan long march dari Kantor Kingmi Papua di Jayapura. Diperkirakan ribuan umat Kingmi akan turut serta dalam aksi tersebut.

    JERRY OMONA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.