Hamili Janda, Politikus PKB Jawa Timur Dipecat dari Jabatannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Amston Probel

    TEMPO/Amston Probel

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Achmad Nawardi, akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Fraksi dan anggota Badan Anggaran DPRD Jawa Timur karena diduga terlibat skandal seks dengan seorang janda.

    "Keanggotaan dia di DPRD masih tetap, hanya jabatannya sebagai sekretaris dan anggota badan anggaran yang kami hentikan," kata Ketua DPW PKB Jawa Timur Imam Nahrowi dalam jumpa pers di kantornya, Senin, 18 Juli 2011.

    Keputusan pemecatan ini, jelasnya, berdasarkan hasil beberapa kali Rapat Pleno DPW PKB Jawa Timur dan Dewan Syuro beberapa waktu lalu. Nahrowi menambahkan, pemberhentian Nawardi dari jabatan alat kelengkapan dewan adalah bentuk dukungan bagi yang bersangkutan sehingga dia bisa fokus menyelesaikan masalah yang kini dialaminya.

    Di tempat yang sama, Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Zaini Nashiruddin memastikan bahwa sejak pengumuman ini, pihaknya secara otomatis segera menyusun dan mencari sekretaris fraksi yang baru. "Keputusan ini mengikat," kata dia.

    Bagaimana nasib Nawardi selanjutnya? DPW PKB Jawa Timur mengaku masih menunggu hasil keputusan hukum yang saat ini sedang berjalan. Jika tuduhan yang dialamatkan kepada Nawardi terbukti, bukan tidak mungkin politikus yang bekas wartawan itu akan segera dipecat atau dilakukan penggantian antarwaktu.

    Achmad Nawardi yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura dilaporkan telah menghamili seorang janda asal Jember, Jawa Timur, berinisial Mcd beberapa waktu lalu. Mcd sendirilah yang melaporkan kebejatan Achmad Nawardi ini ke Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya. Menurut pengakuan Mcd, dia beberapa kali tidur bareng dengan Nawardi di sebuah hotel di Surabaya hingga Mcd hamil.

    Untuk menutupi aib ini, Mcd menggugurkan kandungannya. Namun, karena Nawardi tidak bersedia bertanggung jawab, Mcd melaporkan Nawardi ke polisi. Saat ini, kasusnya masih dalam proses penyelidikan di Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya.

    Sayangnya, Nawardi tak mengangkat teleponnya saat Tempo ingin mengkonfirmasinya. Bahkan, pesan pendek Tempo ke nomor pribadinya juga tidak dibalas.

    FATKHURROHMAN TAUFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.