Bandar Narkoba Dilepas, Anggota Dewan Datangi Mapolwil Surakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo:Tokoh masyarakat dan anggota DPRD Solo, Senin siang (6/1) memprotes keras tindakan Kapolresta Solo AKBP Drs Bambang Hermanu yang menangguhkan penahanan dua bandar narkoba kelas kakap. Karena Bambang tidak berada di tempat, mereka mendatangi Mapolwil Surakarta. Rombongan ini diterima oleh Kapolwil Surakarta Kombes Pol Drs Hasyim Irianto SH. Diantara rombongan anggota dewan yang ikut adalah M Sahil Hasni (Ketua Komisi A), Heru S Notonegoro (Ketua Komisi E), Farid Badres (Ketua FPDIP), Zaenal Arifin (Ketua FPAN), Hasan Mulachela (Ketua F Pembaruan) dan lainnya. Sedang perwakilan tokoh masyarakat tampak Mudrick M Sangidoe. Ikut pula dalam rombongan Ketua Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Solo, Dani Soed. Kepada Hasyim, mereka memprotes dilepasnya dua bandar narkoba masing-masing Lauwis Adam alias Li An (50 tahun), warga Jl Sutan Syahrir No 58, Kepatihan Kulon, Solo serta Beny Wijayanto (42), warga Jl Kenari Raya M 18, Solo Baru, Sukoharjo. Seperti diketahui, keduanya ditangkap saat pesta narkoba di malam Tahun Baru lalu. Selain keduanya, ditangkap pula Jery Sutanto (38), warga Jl Gelatik Blok U-2, Langenharjo, Grogol, Sukoharjo. Polisi menyita barang bukti diantaranya beberapa kemasan pil Viagra, 26 keping VCD porno, 315,1 gr SS, 246 butir ekstasi dan uang Rp 685 ribu serta kelengkapan alat hisap SS. Di pasaran harga narkoba tersebut bernilai ratusan juta. Dalam perkembangan pemeriksaan, polisi hanya menahan Jerry Sutanto sedang Benny dan Lauwis Adam dilepas petugas dengan alasan tidak cukup bukti. Polisi beralasan, Lauwis Adam dilepas karena saat digerebeg ada diluar rumah. Sedang Benny hanya pemakai sehingga bisa ditangguhkan penahanannya. Cara penanganan aparat inilah yang diprotes para anggota DPRD setempat. Mereka menilai polisi tidak sungguh-sungguh dan main mata dalam penanganan narkoba. Kasus narkoba ini kan jadi perhatian nasional untuk diberantas. Tapi polisi yang jadi garda terdepan malah ndak karuan seperti ini, ujar Mudrick M Sangidoe. Mereka mendesak kepada Kapolwil Surakarta untuk menindak tegas anak buahnya yang bermain mata dalam pengusutan kasus narkoba ini. Kalau perlu oknum yang menyeleweng dipecat, tambah Heru Notonegoro. Sementara itu Kapolwil berjanji akan mengusut kasus narkoba ini secara tegas dan transparan. Soal penyimpangan yang dilakukan anak buahnya, Kapolwil akan meneliti terlebih dahulu. (Anas SyahirulTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.