Buntut Kerusuhan, Warga Dogiyai Mengungsi ke Hutan

Reporter

Editor

Tim Gegana Polda Papua memindahkan bom dari tumpukan sampah di dekat kantor Polsek Abepura, Papua, (12/4). Tiga buah bom rakitan ditemukan sekitar 50 meter dari Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Abepura, Minggu pagi sekitar Pkl.07.30 WIT oleh pet

TEMPO Interaktif, Paniai - Ratusan penduduk di lima kecamatan Dogiyai, Jumat 15 April 2011, mengungsi ke Kabupaten Paniai, Kabupaten Diyai, Kabupaten Nabire, dan sebagian melarikan diri ke hutan.

Warga mengaku takut dengan penambahan pasukan dan operasi yang dilancarkan pasukan keamanan untuk pelaku-pelaku kerusuhan di kabupaten pemekaran baru itu. “Semua penduduk sudah mengungsi. Saya dan istri saya dan anak-anak saya baru sampai di wilayah Mapia (wilayah Dogiyai),” kata Tus Yobe, warga Dogiyai melalui telepon selulernya, Jumat (15/4) siang.

Ketakutan juga diungkapkan warga lainnya, Maria Yobe, yang mengungsi ke Kecamatan Diyai. “Kami takut ditembak. Jangan sampai polisi atau tentara dong (mereka) masuk ke rumah. Lebih bagus mengungsi saja,” kata Maria Yobe.

Pengungsian besar-besaran ini membuat sejumlah aktivitas warga terhenti, termasuk kegiatan sekolah. Hanya rumah sakit saja yang masih melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Juru bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Wachyono, Jumat siang mengatakan situasi di Dogiyai sudah aman. “Senjata (pistol revolver) Kapolsek masih diupayakan pencariannya, dan tidak ada penambahan pasukan,” Tulis Wachyono dalam pesan pendeknya. 

Markas Kepolisian Sektor Moenamani dirusak dan dibakar oleh sekelompok orang, Rabu sore lalu. Dalam aksi itu, senjata revolver milik Kepala Kepolisian Sektor Moenamani Ajun Komisaris Mardi Marpaung dirampas. Tiga aparat polisi dievakuasi ke RSUD Nabire karena terluka. Selanjutnya, 18 personel termasuk Mardi Marpaung diamankan ke Nabire.  

TJAHJONO EP






Putusan Sidang Cebongan Diibaratkan Sepak Bola  

10 September 2013

Putusan Sidang Cebongan Diibaratkan Sepak Bola  

Agus mengumpamakan polemik puas dan tidak puas terhadap vonis terdakwa seperti pertandingan sepak bola.


Vonis Cebongan, Kopassus Tetap Bangga pada Ucok Cs

9 September 2013

Vonis Cebongan, Kopassus Tetap Bangga pada Ucok Cs

Agus menyebutkan ada pesan moral pasca-peristiwa berdarah di LP Cebongan, yakni masyarakat Yogyakarta merasa aman dari gangguan preman.


Vonis Cebongan Dinilai Tak Beri Efek Jera  

7 September 2013

Vonis Cebongan Dinilai Tak Beri Efek Jera  

Bahkan Ucok berjanji akan tinggal di Yogyakarta dan memberantas preman. Dia bukan subyek hukum.


Komandan Kopassus Bantah Ada Perintah Atasan

6 September 2013

Komandan Kopassus Bantah Ada Perintah Atasan

'Saya manusia. Mereka (terdakwa) juga manusia. Sama-sama bisa emosi kalau ada teman yang dibunuh.'


Tiga Terdakwa Cebongan Langsung Bebas  

6 September 2013

Tiga Terdakwa Cebongan Langsung Bebas  

Vonis yang dijatuhkan hakim kepada ketiga terdakwa relatif lebih ringan ketimbang para terdakwa lainnya.


Sopir Penyerangan Cebongan Dihukum 1 Tahun 3 Bulan

6 September 2013

Sopir Penyerangan Cebongan Dihukum 1 Tahun 3 Bulan

Sopir penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan terbukti bersalah melakukan tindak pidana membantu pidana pembunuhan.


Vonis Cebongan Dinilai Tak Sentuh Akar Penyerangan  

6 September 2013

Vonis Cebongan Dinilai Tak Sentuh Akar Penyerangan  

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai vonis terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman belum maksimal.


Ini Kejanggalan Sidang Cebongan Versi KY  

6 September 2013

Ini Kejanggalan Sidang Cebongan Versi KY  

Kejanggalan itu ada dalam dakwaan yang dibacakan oleh oditur atau penuntut umum.


KSAD Hormati Vonis Kasus Cebongan

5 September 2013

KSAD Hormati Vonis Kasus Cebongan

Pada prinsipnya TNI Angkatan Darat telah menyerahkan penyelesaian kasus Cebongan melalui jalur hukum.


Pendukung Kopassus Ngemil di Ruang Sidang Cebongan

5 September 2013

Pendukung Kopassus Ngemil di Ruang Sidang Cebongan

Seseorang berpakaian seragam Banser serba hitam memperlihat
senjata ketapel ukuran besar.