Pagi Ini DMA Kaharuddin Dinobatkan Sebagai Sultan Sumbawa ke-17  

Reporter

Editor

Suasana penobatan sultan Sumbawa ke-17 Daeng Moh.Abdurrahman Kaharuddin (70 tahun), bergelar Sultan Muhammad Kaharudin IV. TEMPO/Supriyantho Khafid

TEMPO Interaktif, Mataram  - Pagi ini Daeng Moh.Abdurrahman (DMA) Kaharuddin, 70 tahun, dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa ke-17. Bergelar Sultan Muhammad Kaharudin IV meneruskan dinasti orang tuanya Muhammad Kaharuddin III (Daeng Manurung) yang telah meninggal dunia pada tahun 1975. Ini berarti selama 36 tahun terjadi kekosongan kesultanan Sumbawa.

Rencananya, penobatan dilakukan oleh Haji Zainal Arifin selaku Imam di Masjid Agung Nurul Huda – tempat acara penobatan  - yang berjarak 200 meter dari rumah tinggalnya di Bala Kuning, atau hanya belasan meter dari Istana Dalam Loka. ‘’Acaranya di dalam masjid tanpa dihadiri orang perempuan,’’ ujar pengarah acara Muhammad Ikraman.

Ada sepuluh raja se Indonesia yang akan hadir. Mereka antara lain Gusti Kanjeng Ratu Hemas istri Sultan Hamengku Buwono X dari DI Yogyakarta, Ida Tjokorda Ngurah Dampu Pemecutan Bali, Nesi Nope Amanuban dari Niki-Niki Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur.

Prosesi sudah dilakukan sejak Minggu (3/4) lalu berupa pengambilan air khusus untuk kelengkapan Basiram dari Ai Sumer Bater di Kelurahan Brang Bara, Ai Ai Awak di Kelurahan Seketeng, Ai Tangkep di Kelurahan Brang Biji dan Ai Let di Desa Labuhan Sumbawa.

Pagi ini juga dilakukan prosesi Basiram (mandi suci) Sultan beserta istrinya Andi Tenri Djadjah Burhanudin, asal Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Kaharuddin yang lebih dikenal Daeng Ewan yang dilahirkan di Sumbawa Besar, 5 April 1941 dikukuhkan sebagai Sultan Sumbawa berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 05/MR-LATS/2.1/1432-2011 sewaktu dilakukan Muzakarah Rea Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) , pada Januari lalu di Istana Dalam Loka.

Pengukuhan ini dilakukan atas dasar pandangan dan amanat dalam Muzakarah Rea LATS, juga memperhatikan posisi DMA Kaharuddin yang telah dinobatkan sebagai putra mahkota sejak kelahirannya. SK pengukuhan ini diteken Ketua Panitia Mudzakarah Rea LATS, Prof. DR. Syaifuddin Iskandar yang juga Rektor Universitas Samawa di Sumbawa Besar.

Kaharuddin yang sebelumnya berkarir terakhir sebagai Direktur Muda Bank Bumi Daya dan kini Komisaris Bank NTB mengatakan kedudukan dirinya sebagai Sultan tidak sama dengan zaman dulu. ‘’Tidak sebagai alternatif pemerintah,’’ katanya.

SUPRIYANTHO KHAFID

 






REDD+ di Kalimantan Timur, Indonesia Terima Pembayaran Pertama Rp 327 Miliar

16 hari lalu

REDD+ di Kalimantan Timur, Indonesia Terima Pembayaran Pertama Rp 327 Miliar

Indonesia menerima pembayaran pertama dari Bank Dunia atas kesepakatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) di Kaltim.


Ketua Damannas Tegaskan Perbedaan Masyarakat Adat dengan Kerajaan/Kesultanan

29 hari lalu

Ketua Damannas Tegaskan Perbedaan Masyarakat Adat dengan Kerajaan/Kesultanan

Golongan kerajaan dan kesultanan sedang berupaya memiliki undang-undang sendiri dalam NKRI.


Berharap Dukungan Publik dan Media untuk Masyarakat Adat

29 hari lalu

Berharap Dukungan Publik dan Media untuk Masyarakat Adat

Peran media massa dan media sosial dinilai sangat penting bagi perjuangan hak-hak masyarakat adat.


Pembukaan KMAN VI Diramaikan Ratusan Penari Pelajar

31 hari lalu

Pembukaan KMAN VI Diramaikan Ratusan Penari Pelajar

Tari kolosal ini banyak menceritakan kehidupan masyarakat di negeri matahari terbit, di danau, pantai, sungai, kali, lembah dan rawa.


Pemkab Jayapura telah Bentuk Gugus Tugas Masyarakat Adat

33 hari lalu

Pemkab Jayapura telah Bentuk Gugus Tugas Masyarakat Adat

Kantor Bupati tidak lagi hanya milik ASN atau PNS saja, namun juga dimiliki oleh orang Adat


RUU Masyarakat Adat Masih Diperjuangkan di DPR

33 hari lalu

RUU Masyarakat Adat Masih Diperjuangkan di DPR

Pengesahan RUU Masyarakat Adat mencegah kejadian-kejadian yang mengganggu bangsa ke depan


Transformasi Digital Bagi Masyarakat Adat Tak Bisa Seenak Jidat

36 hari lalu

Transformasi Digital Bagi Masyarakat Adat Tak Bisa Seenak Jidat

Pemerintah didorong rajin berdialog dengan masyarakat adat untuk mengetahui layanan yang dibutuhkan mereka di era digital ini.


Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

52 hari lalu

Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

Kali Biru di Berap pada awal mulanya dikenal sebagai tempat bermain dan tempat menari burung hitam putih berekor panjang


Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

52 hari lalu

Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

Swamening ini dapat menjadi salah satu makanan yang dapat ditawarkan di hotel dan restoran yang ada di Jayapura


Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

53 hari lalu

Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

Masyarakat akan menjual hasil kerajinan, hasil kebun, dan hasil tangkapan ikan