Warga Menjerit, Minyak Tanah Mencapai Rp 2.500 Per Liter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bengkulu:Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak awal tahun ini dampaknya mulai mencekik masyarakat. Warga Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, mulai menjerit karena harga eceran minyak tanah di daerah ini mencapai Rp 2.500 per liter. Tingginya harga minyak tanah yang merupakan kebutuhan pokok bagi warga daerah ini, sebagai bahan bakar kompor dan lampu, dinilai di luar tingkat kewajaran. "Kami di sini sangat berat dengan kenaikan harga minyak tanah yang cukup melambung ini, padahal minyak tanah merupakan salah satu bahan pokok," kata Nisiarti, ibu rumah tangga di Desa Muara Alas Maras Talang Alai, Senin (6/1). Harga tersebut lebih dari dua kali lipat harga eceran tertinggi yang ditetapkan Gubernur Bengkulu, Hasan Zen. Menurut ketentuan itu, harga minyak tanah di tingkat pengecer seharga Rp1.050-1.100 per liter. Minyak tanah di Bengkulu ternyata tidak hanya mahal, tetapi juga sulit didapat karena pasokan terbatas. Warga harus berebutan untuk mendapatkan minyak tanah 10 liter saja. "Keberadaan minyak tanah di desa kami cuma sekejap, setelah itu menghilang entah kemana, kata Anita Suprihatin, warga Desa Kembang Mumpo. Sementara kalangan pedagang mengaku mendapat jatah pembagian minyak tanah sangat terbatas dari para agen. Kenaikan harga minyak tanah di wilayah Jember dan Bondowoso, Jawa Timur, juga melesat tak terkendali. Sejak Jumat (3/1), harga minyak tanah yang banyak dikonsumsi masyarakat di dua wilayah itu menembus angka Rp 1.900 per liter. Pantauan di kedua kabupaten itu menunjukkan harga Rp 1.900 per liter itu berlaku di kawasan pinggiran hingga pelosok desa. Sedang di kota Jember dan Bondowoso harga eceran minyak tanah dijual Rp 1.000-1.200 per liter. Kami mau tak mau menaikkan harga eceran, karena ongkos transportasi dan harga kulakannya juga naik, tutur Moh Hanafi, pedagang di Pasar Tanggul, sekitar 35 kilometer dari Kota Jember. (Syaipul Bakhori/Mahbub Djunaidy-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.