Jalan Sarwo Edi, Soeharto dan Gus Dur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Romo Magnis Suseno (kanan) menyalami KH Nuril Arifin (Gus Nuril). ANTARA/Fanny Octavianus

    Romo Magnis Suseno (kanan) menyalami KH Nuril Arifin (Gus Nuril). ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO Interaktif, Pontianak - Nama tokoh bangsa Letnan Jenderal Sarwo Edy, Soeharto dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur akan dijadikan nama jalan. Penggunaan nama-nama tokoh tersebut tercantum dalam peraturan bupati tentang nama tokoh besar dan pemimpin jalan. Peraturan ini dibuat Bupati Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, Muda Mahendra .

    “Peraturannya tinggal memasyarakatkan saja, ini sebuah penghormatan dari warga Kubu Raya Kalimantan Barat kepada tokoh dan bekas pemimpin negeri ini atas jasa mereka. Kebetulan slogan pemerintahan adalah dari Kubu Raya Untuk Indonesia, dan secara resmi pun jalan raya itu belum ada namanya, hanya sebutan kebiasaan warga saja selama ini,”kata Muda Mahendra Ahad (13/3).

    Jalan yang menggunakan nama itu adalah jalan menuju Bandar Udara Alteri Supadio atau Ahmad Yani II menjadi Jalan Soekarno – Hatta. Jalan raya kawasan Kuala Dua diberi nama Jalan Gusdur, Jalan Raya Kakap diubah menjadi Jenderal (Purn) M.Yusuf, dan jalan Trans Kalimantan diberi nama Letjen (Purn) Sarwo Edy, jalan Sei Raya Dalam diberi nama Jenderal Nasution.

    “Jalan di kawasan Rasau Jaya sengaja diberi nama Jalan Jenderal Soeharto, karena kawasan Rasau Jaya itu memang dulunya sebagian besar penduduknya transmigrasi yang merupakan program Pak Harto yang berhasil.Kalau di Kakap, di beri nama Jenderal M Yusuf, sebab sebagian besar penduduknya keturunan dari Bugis.“

    Harry Daya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.