Rabu, 14 November 2018

Laksda Soleman Ponto Resmi Jabat Kepala Bais TNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Laksamana Muda Soleman B. Ponto, hari ini, Rabu 2 Februari 2011, resmi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Dia menggantikan Mayor Jenderal TNI Anshory Tadjudin yang memasuki masa pensiun. Ponto sebelumnya menjabat Aspam Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

    Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, di Ruang Hening Gedung Sudirman, Mabes TNI Cilangkap, hari ini. Serah terima jabatan diatur melalui Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/142/I/2011 tanggal 31 Januari 2011.

    Dalam sambutannya, Agus menyatakan Bais TNI memiliki tugas pokok menyelenggarakan kegiatan dan operasi intelijen strategis. Badan ini juga memiliki tugas pembinaan kekuatan dan kemampuan intelijen strategis dalam mendukung tugas pokok TNI.

    "Tuntutan tugas Bais TNI akan semakin berat, terutama jika dikaitkan dengan spektrum ancaman yang sangat luas dewasa ini, baik yang berasal dari ancaman tradisional maupun non-tradisional," kata Agus melalui siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima Tempo.

    Agus menambahkan, meski dua payung hukum untuk optimalisasi kerja Bais belum terbentuk, namun Bais perlu menyikapinya secara arif. Dua payung hukum itu yakni Undang Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang Undang tentang Intelijen yang saat ini sedang dalam proses harmonisasi di DPR.

    "Perlu disikapi dengan arif dan disosialisasikan kepada seluruh jajaran Bais TNI, sehingga fungsi intelijen strategis TNI yang selama ini telah berjalan bisa tetap terlaksana dengan kinerja yang lebih optimal, terkoordinasi, terintegrasi, dan berdayaguna," ujar dia.

    MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?