Dipo Minta Din Tak Jadi Gagak Yang Mengaku Merpati Putih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsudin. Tempo/Arif Wibowo

    Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsudin. Tempo/Arif Wibowo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Kabinet Dipo Alam meminta Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin  tak  melontarkan pernyataan yang bernuansa politis. Sebagai tokoh agama, Dipo menyarankan sebaiknya Din tak berpolitik. Tapi jika mau berpolitik, berpolitiklah seperti Golkar dan Nasdem, dan yang lainnya. "Jangan seperti gagak tapi mengaku merpati putih," ucap Dipo.

    Permintaan Dipo ini terkait pernyataan Din yang mengaku "prihatinan atas apa yang terjadi pada bangsa ini dalam banyak bidang. Keprihatinan utama adalah soal deviasi dan distorsi cita-cita nasional yang telah diletakkan secara arif oleh para pendiri bangsa Indonesia." Pernyataan itu diucapkan Din Syamsuddin saat bertemu dengan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas di Jakarta, Jumat (12/11) lalu.


    Ketika Din persoalkan tentang kemiskinan di Indonesia soal 9 kebohongan lama dan baru pemerintahan SBY, menurut Dipo, itu tidak salah. Soal, kemiskinan, kita masih 13 persen. Dan kemiskinan bukanlah banjir bandang. Sejak zaman Pak harto sampai Megawati, kemiskinan itu ada. "Tapi, pada zamannya SBY kemiskinan berkurang," kata Dipo.


    Dipo juga meminta sebagai pemimpin agama, Din jantan, jangan berpura-pura, pernyataannya soal deviasi bukan semata gerakan moral "Tapi itu pernyataan politis. Sebab SBY Deviasi itu tak benar."

    Soal TKI, misalnya, pemerintah tak pernah mengklaim 100 persen masalah TKI bisa diatasi atau 100 persen pengangguran teratasi. "Tapi ada kemajuan dalam penanganannya," ucap mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia.


    ENI SAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.