Pemerintah Beri Insentif untuk Bujuk Dokter PTT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih.TEMPO/Fahmi Ali

    Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih.TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah berencana memberi insentif bagi dokter pegawai tidak tetap (PTT) agar lebih banyak dokter mau mengikuti program tersebut. Para dokter PTT itu akan mendapat fasilitas khusus, semisal beasiswa dan prioritas untuk spesialisasinya.

    "Kalau tidak mau (ikut PTT) tidak ada hukuman, tapi tidak dapat fasilitas itu," ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (31/1).

    Insentif itu akan tercantum dalam sejumlah rancangan beleid yang kini ada di tangan Kementerian Kesehatan, antara lain Rancangan Undang-undang Tenaga Strategis Kesehatan serta naskah Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Kesehatan yang terkait. "Intinya, orang harus PTT dulu lah. Tidak wajib, tapi (kami) persuade (bujuk)," kata Endang.

    Dulu, PTT adalah kewajiban bagi sarjana kedokteran. PTT lazimnya ditempatkan di daerah-daerah yang kekurangan dokter. Namun sekarang, dokter baru bebas memilih PTT atau spesialisasi. Akibatnya, tak banyak yang memilih PTT karena tak mau "dilempar" jauh dari kota besar.

    BUNGA MANGGIASIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.