Jelang Tahun Baru, Remaja Jombang Borong Kondom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • futureupdate.wordpress.com

    futureupdate.wordpress.com

    TEMPO Interaktif, Jombang - Jelang perayaan tahun baru 2011, penjualan kondom di sejumlah apotek di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meningkat.

    Di Apotek Pelengkap, Jalan Pahlawan misalnya.  Salah satu karyawan, Nanik, 25 tahun, mengatakan sejak pagi banyak remaja yang membeli kondom di sana. "Ada yang beli sacetan, ada yang memborong satu boks berisi 25 sacet," kata dia, Jumat (31/12).

    Menurutnya, pada hari biasa pembeli kondom biasanya hanya lima orang. Tapi sejak pagi tadi sudah ada sepuluh pembeli. Jika dilihat dari barang mencapai tiga boks. Jika satu boks isinya 25 sacet, yang satu sacetnya berisi tiga biji kondom, berarti sejak pagi ada 75 sacet atau 225 biji kondom yang terjual.

    Menurut dia, penjualan kondom bisanya ramai kalau liburan akhir pekan. Konsumennya bervariasi, mulai tua hingga anak muda. Namun pada libur tahun baru kali ini, kebanyakan pembelinya remaja.

    Bahkan jika dilihat dari muka para pembeli, ia memperkirakan kebanyakan remaja itu masih usia sekolah. "Kapan hari malah ada yang masih pakai seragam sekolah," sebutnya.

    Sebelum membeli kondom, biasanya remaja-remaja baca SMS atau telepon lebih dulu. Kemudian mereka baru membelinya. "Katanya sih kondom titipan. Ada yang titip minta dibeliin kondom, gitu," ujarnya.

    Kenaikan penjualan kondom juga terjadi di apotek lain di Jalan Jayanegara. Erna, pegawai apotek menyebut kondom murah merek "Sutra" banyak dibeli. Harganya hanya Rp 2.500 per sacetnya.

    Kasusnya sama, remaja merupakan pembeli paling tinggi. Sementara itu, di Apotek Surya Medika juga mengalami kondisi yang sama. Bahkan, stok kondom pun kian menipis. "Sekarang stoknya sedikit," aku Anang, kasir apotek.


    MUHAMMAD TAUFIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.