MA Klaim Berhasil Kembalikan Rp 10 Triliun Uang Negara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harifin A.Tumpa. TEMPO/Zulkarnain

    Harifin A.Tumpa. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Mahkamah Agung mengklaim telah mampu membuat sejumlah putusan yang menguntungkan negara sebesar Rp 10 triliun. "Selain uang denda dan korupsi, masih ada putusan perdata yang menguntungkan negara,"ujar Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa dalam keterangan pers di Ruang Wiryono lantai dua Mahkamah Agung, Jumat (31/12).

    Putusan perdata yang dimaksud adalah kasus Tomy Soeharto melawan Kementerian Keuangan dengan keuntungan Rp 1,3 triliun. Kemudian putusan perdata kasus Supersemar melawan Kementerian Keuangan yang memberikan keuntungan negara Rp 2,8 triliun dan Rp 68 milyar. Sisanya dari kasus korupsi dengan duit denda Rp 33,4 milyar dan duit pengganti 5,9 triliun.

    "Belum termasuk denda dalam pembalakan liar, narkoba dan tindak pidana anak," kata Harifin.

    Tahun 2010 ini, Mahkamah mendapat kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Negara sebesar Rp 6,01 triliun. "Sebagian besar (63 persen) untuk gaji," katanya. Sisanya dibagi untuk pengadilan daerah 30 persen dan 7 persen untuk Mahkamah.

    Menurut Harifin, dengan satuan kerja yang ada di Mahkamah, anggaran yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat harus digunakan sebaik-baiknya.

    DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.