Pensiunan Caltex Tuntut Asuransi Tugu Mandiri

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 1.600 pensiunan karyawan PT Caltex Pasific Indonesia menuntut PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri agar memenuhi kewajiban-kewajibannya pada mereka. Demikian diungkapan oleh Mardjuki Hasan, Ketua Himpunan Pensiunan Caltex, dalam acara mediasi PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri dengan pensiunan karyawan Caltex Pasific di Hotel Kemang, Jakarta, Jumat (4/5).

Tuntutan mereka, antara lain, pertama, perusahaan asuransi itu mengakui bahwa mereka telah ingkar janji (wanprestasi). Kedua, pihak Asuransi Jiwa Tugu Mandiri harus memenuhi kewajibannya seperti yang dijanjikan pada waktu menawarkan program proteksi kesehatan pensiunan (Prokespen). Dengan kata lain, Prokespen tidak dapat diubah atau dibatalkan secara sepihak. Ketiga, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri membayar tunggakan klaim-klaim yang belum dibayar sesuai dengan peraturan yang berlaku saat itu, tanpa pemotongan yang ditetapkan dengan sepihak.

Keempat, Asuransi Tugu harus menjamin bahwa program asuransi akan berlangsung sampai tertanggung mencapai umur 80 tahun dan tidak diputuskan secara sepihak. Kelima, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri harus mengganti kerugian atas keresahan, kerugian dan penderitaan para tertanggung akibat wanprestasi. Keenam, perusahaan asuransi tersebut harus menghormati hak-hak tertanggung sebagai konsumen seperti yang ditetapkan pada pasal 4 UU no.8 Th. 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Menurut Mardjuki Hasan, tuntutan ini disampaikan kepada Asuransi Jiwa Tugu Mandiri karena selama ini perusahaan asuransi itu telah melakukan berbagai penyimpangan, antara lain pada saat promosi dinyatakan bahwa tidak ada pemeriksaan kesehatan bagi yang akan bergabung. Namun, sesuai lampiran 005 pada polis KP92030 yang ditandatangani Direktur PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Nanang RI Iskandar, pada 24 Mei 93 memuat daftar penyakit atau pengobatan yang tidak akan dibayar.

Penyimpangan lain, perusahaan asuransi itu melakukan perubahan batas waktu klaim dari dua minggu setelah menjadi 10 hari sebelum berakhirnya periode kepesertaan. Hal tersebut memperpendek masa berlakunya maslahat pada suatu periode dari 360 hari menjadi 355 hari. Terakhir, penyimpangan yang dilakukan adalah perubahan polis KP92030 yang merugikan, karena dikuranginya penyakit yang dapat ditanggung dan diperpendeknya waktu untuk mengajukan klaim dari 90 hari menjadi 60 hari sejak tanggal pengobatan. (Sunu)






Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

37 detik lalu

Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

Paula Verhoeven dan Baim Wong terancam sanksi penjara akibat melakukan 'prank' dengan menyampaikan pengaduan palsu KDRT.


BPS: NTP Nasional Capai 106,82 pada September 2022

3 menit lalu

BPS: NTP Nasional Capai 106,82 pada September 2022

Kenaikan NTP dipengaruhi oleh naiknya subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat.


HNW Harap Organisasi Wanita Islam Beri Kontribusi untuk Indonesia

6 menit lalu

HNW Harap Organisasi Wanita Islam Beri Kontribusi untuk Indonesia

Era reformasi membuka seluas-luasnya kaum perempuan Indonesia untuk berperan.


PSSI Sebut AFC Setuju Kualifikasi Piala AFC U-17 Tetap Berjalan

6 menit lalu

PSSI Sebut AFC Setuju Kualifikasi Piala AFC U-17 Tetap Berjalan

Kualifikasi Piala AFC U-17 2023 tetap berjalan usai tragedi Kanjuruhan. Indonesia menjadi tuan rumah Grup B.


KPK: Deklarasi Pencapresan Anies Baswedan Tak Pengaruhi Kasus Formula E

10 menit lalu

KPK: Deklarasi Pencapresan Anies Baswedan Tak Pengaruhi Kasus Formula E

Alex mengatakan lembaganya tidak terpengaruh oleh tudingan bahwa KPK berupaya melakukan kriminalisasi terhadap Anies Baswedan di kasus Formula E.


Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

11 menit lalu

Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

Psikolog menyebut anak di bawah umur yang mengalami pelecehan seksual bisa mengalami depresi berat dan menyebabkan ingin bunuh diri.


Megawati Perintahkan Tiga Pilar PDIP Bantu Korban Insiden Kanjuruhan

15 menit lalu

Megawati Perintahkan Tiga Pilar PDIP Bantu Korban Insiden Kanjuruhan

Tiga pilar harus bertakziah dan memberi bantuan kepada keluarga korban.


Bamsoet Buka Seminar dan Uji Kompetensi IMI Pusat

22 menit lalu

Bamsoet Buka Seminar dan Uji Kompetensi IMI Pusat

Ahli dari Federasi Balap Mobil Internasional dan Federasi Balap Motor Internasional menjadi narasumber.


KPK Koordinasi dengan BPK untuk Hitung Kasus Formula E

26 menit lalu

KPK Koordinasi dengan BPK untuk Hitung Kasus Formula E

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan pihaknya telah bertemu dengan BPK dalam kaitan kasus Formula E. Pertemuan dilakukan Jumat pekan lalu.


OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

29 menit lalu

OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

OJK memastikan perbankan tidak akan serta merta menaikkan suku bunga pinjaman atau simpanannya untuk menjaga likuiditas.