Jumat, 14 Desember 2018

Sebelum Tewas, Alfrets Menginvestigasi Transaksi Ilegal BBM di Maluku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Alfrets Mirulewan, Pemimpin Redaksi Mingguan Pelangi, Maluku, yang ditemukan tewas dini hari tadi, terakhir terlihat sedang melakukan liputan investigasi perdagangan gelap bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Maluku Barat Daya. Ia melakukan investigasi lantaran beberapa waktu belakangan terjadi kelangkaan BBM di kabupaten itu.

    "Dia (korban) melakukan liputan investigasi dan meminta saya menemani," kata Leksi Kikilai, rekan korban yang juga sesama wartawan, ketika dihubungi, Jum'at (17/12).

    Saat itu, tepatnya pada Selasa 14 Desember 2010 malam, Leksi dan korban mengunjungi Pelabuhan Pantai Nama di Kabupaten Maluku Barat Daya untuk meliput transaksi gelap BBM. Keduanya mengendarai sepeda motor. Setibanya di sana, Leksi ditinggal sendirian di pelabuhan, sementara korban membuntuti sebuah truk yang mengangkut BBM dari pelabuhan menuju ke Desa Yawuru, yang berlokasi tak jauh dari situ.

    Di tengah jalan membuntuti truk, kata Leksi, keberadaan korban kepergok oleh seorang penumpang truk. Penumpang itu sempat menanyai identitas korban. "Mereka juga sempat adu mulut karena pertanyaan dari penumpang truk. Tapi akhirnya dia (korban) terpaksa membuka identitasnya sebagai wartawan," ujar dia.

    Usai itu, korban kembali ke pelabuhan untuk menemui Leksi. Mereka berdua sempat berbincang dengan petugas pelabuhan. Tak lama kemudian petugas mengarahkan keduanya keluar dari pelabuhan dan menutup pintu pelabuhan.

    Ketika keduanya sedang berbincang di pelataran parkir pelabuhan, lanjutnya, ternyata truk yang tadi dibuntuti korban kembali masuk ke dalam pelabuhan. "Namun dengan sopir yang berbeda," kata dia.

    Menduga ada kejanggalan, korban memutuskan kembali masuk ke pelabuhan untuk menanyai sopir truk itu. Mendapat pertanyaan dari korban, sopir truk mengatakan ia akan mengangkut BBM milik petugas kesyahbandaran (petugas pelabuhan). "Katanya untuk pembuatan rumah," imbuh Leksi menirukan ucapan sopir truk.

    Setelah melakukan investigasi malam itu, korban lantas mengantar Leksi ke pulang kosnya. Kejadian itu merupakan saat terakhir Leksi berjumpa dengan korban. Leksi tidak pernah kontak dengan korban hingga mendengar kabar tewasnya korban dini hari tadi. "Dia baru ditemukan jam 03.00," kata dia.

    Leksi, yang dari pagi tadi menunggu proses visum di Puskesmas Kisar, sempat melihat kondisi tubuh korban sebelum dibawa masuk ke puskesmas. Jenazah korban, kata Leksi, ditemukan dalam keadaan membengkak. Terdapat luka lecet di kedua kakinya. "Lengan kiri korban ada lebam kebiruan," ujarnya.

    Leksi mengatakan, sepeda motor yang mereka gunakan ketika melakukan liputan investigasi pada Selasa malam ternyata dijumpai di pelabuhan. "Motor itu masih utuh, tidak ada lecet sedikit pun di bodinya," kata dia.

    MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.