Rabu, 14 November 2018

Presiden Tawarkan Ketua Komisi Kejaksaan untuk Bambang Widjojanto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Widjojanto. TEMPO/Imam Sukamto

    Bambang Widjojanto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan jabatan Ketua Komisi Kejaksaan kepada Bambang Widjojanto. Bambang, salah satu calon ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu, Kamis, 25 November 2010 kemarin kalah dalam voting pemilihan pimpinan KPK. Anggota DPR akhirnya memilih Busyro Muqoddas sebagai Ketua KPK. "Saya berharap Bambang (Widjojanto) bersedia memimpin Komisi Kejaksaan," kata Presiden dalam keterangan pers di depan Masjid Baitulrahhim, Kompleks Istana Presiden, Jumat 26 November 2010.

    Menurut Yudhoyono, ia sudah menggagas bahwa calon yang tidak terpilih dalam pemilihan Ketua KPK akan ditawari menjadi ketua Komisi Kejaksaan. Dua calon pimpinan KPK, yakni Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto, kata dia, merupakan dua tokoh yang kredibel. "Saya bersama Wakil Presiden dan para menteri menggagas siapa pun yang tidak mendapat amanah (pimpinan KPK) bisa memimpin Komisi Kejaksaan," kata Yudhoyono.

    Tawaran untuk menduduki jabatan ketua Komisi Kejaksaan bagi Bambang ini juga terkait dengan keinginan Pemerintah memperkuat Komisi Kejaksaan dan Komisi Kepolisian. "Peraturan Presiden sudah disiapkan untuk berperan lebih kuat dalam kewenangan, tugas, otoritas, dan lebih efektif," ujarnya.

    Presiden Yudhoyono sendiri berharap Bambang dapat memimpin Komisi Kejaksaan. "Permintaan saya pribadi telah diolah dengan tujuan baik," kata Yudhoyono. Bambang, kata Presiden, bisa memastikan kejaksaan dan Jaksa Agung baru melanjutkan reformasi, dan bisa mengemban tugas dengan baik dan efektif. Saat ini, Yudhoyono mengaku masih berkomunikasi dengan Bambang Widjojanto.

    EKO ARI WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?