Bagir: Status Wartawan Jangan Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

Reporter

Editor

Bagir Manan. TEMPO/Nickmatulhuda

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Dewan Pers Bagir Manan meminta seluruh wartawan bisa menjaga etika profesi. Salah satunya, tidak memanfaatkan status yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. "Jangan salah gunakan posisi kita, ini menyangkut kode etik jurnalistik yang dipakai," kata Bagir dalam perbincangannya dengan Tempo, Kamis (25/11).

Bagir mencontohkan soal etika yang seharusnya dijunjung tinggi para wartawan yang meliput Pasar Saham. Menurut Bagir, seharusnya para peliput itu tidak dibenarkan  untuk ikut dalam trading saham. "Mereka dianggap memiliki efek pada perputaran harga saham,"katanya.

Wartawan pasar saham, katanya, mempunyai akses untuk mendapatkan lebih dulu mengenai informasi mengenai proses perdagangan saham. Hal itulah yang bisa saja disalahgunakan mereka demi kepentingan pribadi.

"Kedua, juga bisa timbul masalah hukum karena mereka dianggap menjadi bagian internal pasar saham dan tahu soal insider trading,"ujar Bagir.

Hingga hari ini Dewan Pers belum mengeluarkan kesimpulan terkait dengan dugaan tersebut. "Masih dalam penyelidikan dan pengumpulan fakta, kami sedang memanggil sejumlah media" ujarnya.

Dewan pers kemarin mengungkapkan bahwa memang ada pembelian saham perdana PT Krakatau Steel Tbk. oleh sejumlah wartawan. Wartawan yang terduga terkait, seperti Reynhard dari Kompas telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Dewan Pers. Namun dirinya enggan memberikan komentar apapun.

RIRIN AGUSTIA






Tulisan Soal Makar, Fadli Zon Akan Laporkan Allan Nairn ke Polisi

25 April 2017

Tulisan Soal Makar, Fadli Zon Akan Laporkan Allan Nairn ke Polisi

Dalam tulisan Allan Nairn, Fadli Zon disebut terlibat dalam upaya makar untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo.


Disebut dalam Laporan Allan Nairn, Hary Tanoe Lapor ke Polisi  

25 April 2017

Disebut dalam Laporan Allan Nairn, Hary Tanoe Lapor ke Polisi  

Pelaporan Hari Tanoe bermula dari tulisan Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar yang ditulis oleh jurnalis asal Amerika Serikat, Allan Nairn.


Diadukan Mabes TNI ke Dewan Pers, Tirto.id: Kami Kooperatif  

24 April 2017

Diadukan Mabes TNI ke Dewan Pers, Tirto.id: Kami Kooperatif  

Sapto berujar, pihaknya akan menunggu mekanisme yang diterapkan Dewan Pers saat menerima pengaduan.


Jokowi Jarang Dikritik, SBY: Pers Tak Seganas Dulu  

11 Juni 2016

Jokowi Jarang Dikritik, SBY: Pers Tak Seganas Dulu  

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono merasa tercengang melihat perubahan pers saat ini.


Begini Modus Wartawan Abal-abal Memeras

14 April 2016

Begini Modus Wartawan Abal-abal Memeras

"Yang paling banyak muncul adalah di daerah yang tingkat korupsinya tinggi. Fenomena media abal-abal ini tidak kami temukan di Malaysia atau Singapura."


Dulu Pemerintah Tekan Pers, Jokowi: Sekarang Sebaliknya  

9 Februari 2016

Dulu Pemerintah Tekan Pers, Jokowi: Sekarang Sebaliknya  

Presiden Joko Widodo meminta pers patuh terhadap kode etik jurnalistik, terutama media online.


Menunggu Presiden Berantas Amplop Wartawan

9 Februari 2016

Menunggu Presiden Berantas Amplop Wartawan

Presiden Joko Widodo memastikan akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 9 Februari 2016. Dalam acara itu, Jokowi akan diberi panggung untuk berinteraksi dengan kurang-lebih 600 wartawan nasional, petinggi negara, dan tokoh masyarakat. Supaya pertemuan itu bermakna, bantuan atau kebijakan strategis apa yang bisa Presiden keluarkan agar kehidupan pers Indonesia semakin sehat?


Pers di Indonesia Dinilai Kena Sindroma Berlusconian  

21 Januari 2016

Pers di Indonesia Dinilai Kena Sindroma Berlusconian  

Kepentingan pemilik media di industri pers dinilai mempengaruhi pemberitaan, mirip seperti Berlusconi di Italia.


Dewan Pers: Banyak Media Massa Terkontaminasi Politik

20 Januari 2016

Dewan Pers: Banyak Media Massa Terkontaminasi Politik

Ada fenomena sejumlah pemilik media membentuk partai politik.


Giliran Rizal Ramli 'Kepret' Pers: Banyak yang Sibuk Bisnis Pencitraan  

2 November 2015

Giliran Rizal Ramli 'Kepret' Pers: Banyak yang Sibuk Bisnis Pencitraan  

Menurut Rizal Ramli, sudah waktunya pers menjadi bagian dari transformasi bangsa, jangan sibuk dengan bisnis pencitraan.