Abdul Latief Menjadi Saksi Kasus Korupsi Menara Jamsostek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung sebagai saksi kasus korupsi Menara Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Rabu (2/10). Juru bicara Kejaksaan Agung, Barman Zahir, mengungkap hal itu kepada wartawan, di kantornya, Kamis (3/10). Disebutkan, Latief diperiksa selama 3 jam oleh tim jaksa, yang terdiri dari Kemas Yahya Rahman, Widyatmo, dan Priyanto di Gedung Bundar. Ia memberi kesaksian seputar pengetahuannya dalam pembangunan Menara Jamsostek. Kasus yang merugikan negara Rp 15 miliar ini menjerat Abdillah Nusi sebagai tersangka. Tapi, Barman tak menjelaskan jabatan Nusi saat proyek itu berlangsung pada 1997. Dari kesaksian Latief, tim penyidik memperoleh penjelasan bahwa dana pembangunan itu digelembungkan sehingga negara rugi Rp 15 miliar. Total biaya proyek itu sendiri sekitar Rp 300-400 miliar. Namun, Latief tak menjelaskan sumber dana pembangunan itu, apakah bersumber dari anggaran pembangunan, atau dari anggaran Jamsostek. Pembangunan menara atas instruksi Presiden Soeharto itu sempat dihentikan karena Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan mencium bau korupsi. Proyek dilanjutkan kembali setelah biaya dihitung ulang oleh BPKP. Menurut Barman, kasus ini juga sempat dihentikan pemeriksaannya. Tapi, dengan dipanggilnya Abdoel Latief, “Penyidikan kasusnya dilanjutkan," katanya. (Bagja Hidayat—Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.