Di Blitar 242 Rumah Rusak Berat Diterjang Angin Puting Beliung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    TEMPO Interaktif, Blitar:Pemerintah Kabubaten Blitar, hingga Minggu (10/2), belum memberikan penanganan serius terhadap 242 rumah dan sejumlah sekolah yang rusak akibat hantaman angin puting beliung sejak Jumat (8/2) kemarin. Selain bangunan, ribuan pohon yang tumbang juga belum dibersihkan oleh aparat pemerintah setempat. Kepada Tempo News Room, Agus Heriyanto, staf Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, sejumlah daerah yang rusak parah akibat dihajar angin puting beliung antara lain Kelurahan Srengat, Desa Dandong, Desa Kendalrejo, Desa Kauman, Desa Togonan, Desa Kerjen, Desa Wonorejo, Desa Bagelenan dan Desa Kerjen. "Di sembilan desa itu, 242 rumah penduduk mengalami rusak berat. Sedangkan sekolah yang mengalami rusak berat adalah SDN Kendalrejo, SDN Bagelenan, TK Pembina Srengat serta SMUN Srengat," jelasnya. Pada saat hampir bersamaan, angin puting beliung juga menerjang wilayah Kecamatan Lodoyo, Kabupaten Blitar bagian selatan. Akibat tiupan angin tersebut, sebuah pohon beringin besar yang berdiri di halaman kantor bekas kawedanan roboh dan menimpa empat rumah disekitarnya. Keempat rumah yang hancur tertimpa pohon itu adalah milik Sedyono, Sumaat, Sudarmi dan Subani. Sebelum menghajar Kabupaten Blitar, angin puting beliung juga sempat menghantam kawasan Kediri dan Tulungangung. Namun di dua daerah tersebut tidak sampai menyebabkan kerusakan. Puncaknya justru terjadi di Kabupetan Blitar, pada Jum'at (8/2) kemarin. Selain Kecamatan Srengat, Kecamatan Wonodadi, Ponggok dan Sutojayan juga tak luput dari sasaran amuk angin puting beliung. Menurut keterangan warga Kecamatan Srengat, menjelang angin puting beliung bertiup kencang, diawali hujan rintik-rintik serta cuaca gelap dengan mendung tebal. Lama-kelamaan, hujan curah hujan semakin deras. Saat itulah, muncul tiupan angin yang sangat kencang dan berputar-putar di udara. "Tiupan angin yang sangat kencang terjadi sekitar 1 jam. Melihat angin yang begitu menakutkan, kami lari ke luar rumah mencari perlindungan," kata Suratno, warga Srengat. Beberapa saat setelah angin bertiup kencang, pepohonan yang ada di pekarangan penduduk dan di pinggir jalan Raya jurusan Kediri dan Tulungangung terhempas dan tumbang. Pohon-pohon yang berjungkir-balik itu memenuhi ruas jalan, sehingga arus macet sekitar lima jam. Yang lebih memprihatinkan, banyak pohon yang tumbang menimpa aliran listrik sehingga menyebabkan aliran listrik putus. Akibatnya Kabupaten Blitar bagian barat gelap gulita. Berdasarkan pantauan Tempo News Room, Minggu (10/2), warga yang tertimpa bencana angin puting beliung sudah mulai membenahi rumah-rumah mereka yang rusak. Selain itu warga juga melakukan kerja bakti membersihkan pohon-pohon yang tumbang sehingga tidak mengganggu jalan dan lalu lintas. (Dwidjo Maksum)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)