Santri dan Pengajar Madrasah di Jawa Timur Diberi Tunjangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, (12/8). Ratusan santri kilat (santri tak menetap) dari berbagai daerah menghabiskan waktu satu bulan selama Ramadhan di Ponpes Lirboyo untuk mengaji Kitab Kuning.  ANTARA/Arief Priyono

    Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, (12/8). Ratusan santri kilat (santri tak menetap) dari berbagai daerah menghabiskan waktu satu bulan selama Ramadhan di Ponpes Lirboyo untuk mengaji Kitab Kuning. ANTARA/Arief Priyono

    TEMPO Interaktif, KEDIRI - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhir tahun 2010 mengucurkan bantuan dana tunjangan kepada santri dan pengajar Madrasah Diniyah. ”Kami masih menunggu hasil penghtingan Kementerian Agama tentang jumlah yang akan diberikan kepada masing-masing daerah,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di Kediri, Minggu (3/10).

    Syaifullah yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan, Pemprov Jawa Timur telah menyediakan dananya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2010, dan siap dicairkan.

    Jumlah tunjangan tersebut disesuaikan dengan kelompok penerima. Untuk santri kategori pemula (ulla) menerima Rp 15 ribu per bulan, santri kategori menengah (wustho) Rp 25 ribu per bulan, dan guru madrasah Rp 300 ribu per bulan.

    Sesuai dengan ketentuan Menteri Agama, ada persyaratan khusus yang diterapkan kepada guru madrasah penerima. Setiap pengajar wajib memiliki 30 santri sebagai muridnya.

    Pemberian tunjangan, menurut Gus Ipul, tidak menghapuskan kewajiban masing-masing pemerintah kabupaten dan kota untuk tetap membantu madrasah. Sebab komitmen awalnya, pemberian bantuan tunjangan tersebut dilakukan dengan sistim sharring, yakni masing-masing 50 persen antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten maupun kota.

    Bupati Kediri Haryanti berjanji akan memberikan pelatihan kepada santri di daerahnya. Pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk menghilangkan disparitas kemampuan antara santri dan pelajar sekolah umum. “Supaya santri punya keterampilan lebih,” ujarnya. HARI TRI WASONO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.