Posko PDIP Sragen Diubah Jadi Posko Partai Pelopor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo:Unjuk rasa mahasiswa menuntut mundurnya Presiden Megawati berlangsung di Solo dan Medan. Sementara di Sragen, sejumlah anggota PDIP dari Barisan Pendukung Megawati (BPM) Sragen melakukan pengecatan posko gotong royong milik PDIP dari warna merah menjadi merah putih. Pekan lalu, BPM melakukan pembakaran kartu tanda anggota PDIP sebagai bentuk kekecewaan terhadap partai berlambang Banteng tersebut. Di Solo, sekitar 700-an mahasiswa dari berbagai elemen sejak Jumat (7/2) siang mendatangi markas Polresta Solo. Mereka menuntut pembebasan Sutarto alias Totok, rekan mereka yang ditangkap polisi dan dijadikan tersangka dalam kasus pembakaran foto Megawati-Hamzah beberapa hari lalu. Mahasiswa juga menuntut Mega segera mundur dari jabatan Presiden. Bentrokan para pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian tidak bisa dihindarkan. Aksi unjuk rasa yang semula berlangsung damai berubah menjadi saling dorong dan pukul. Alhasil, dua mahasiswa mengalami luka-luka cukup serius yaitu Fitri (Badan Eksekutif Mahasiswa UNS) mengalami retak pada tangan dan kaki sedang Muji (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengalami robek di bagian kepala. Mereka dirawat di RS Yarsis dan PKU Muhammadiyyah, ujar Fajar, kordinator lapangan aksi. Di Medan, ratusan mahasiswa dari KAMMI, KM-PKB, Universitas Sumatera Utara dan unsur lainnya melakukan unjuk rasa di gedung DPRD, Jumat (7/2) sore. Mereka menuntut pemerintahan Megawati memperhatikan rakyat kecil yang lapar akibat kenaikan harga BBM, listrik dan telepon. Turun...turun...turunkan Mega, turunkan Mega sekarang juga, teriak demonstran serentak. Selain itu, mereka juga membawa beberapa spanduk dan poster, antara lain bertuliskan: Turunkan Mega Sekarang Juga dan Megawati, Dengarlah Jeritan Rakyatmu yang Kelaparan. Sementara itu, kekecewaan BPM terhadap Megawati diungkapkan dengan mengubah warna posko gotong royong PDIP di Krapyak RT 28 RW IX, Sragen Kota. Posko itu berada di depan rumah Joko Warsito, anggota BPM yang ikut demonstrasi di Semarang beberapa hari lalu. Posko yang semula berwana merah dan bersimbol PDIP, disulap menjadi Posko Pelopor. Logo PDIP diubah menjadi simbol Partai Pelopor yaitu kotak merah dan putih. Mereka menyatakan, sejumlah posko gotong royong, akan disulap menjadi Posko Pelopor oleh orang-orang yang kecewa dengan PDIP dan meloncat ke partai pimpinan Rachmawati Soekarnoputri. Slamet Dasuki, mantan Kader PDIP asal Sambungmacan, juga bersiap mengecat Posko PDIP yang terletak di dekat rumahnya, di Karanganyar, Sambungmacan menjadi Pospko Pelopor. (Imron Rosid/Anas Syahirul/Bambang SoedTempo News Room).

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.