Minggu, 25 Februari 2018

GAM Tunduk Kesepakatan Jenewa, TNI Teruskan Operasi

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 14:48 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Sayap militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berjanji tunduk pada hasil perundingan di Jenewa, Swiss, yang salah satu poinnya menegaskan kesediaan untuk mengakhiri kekerasan bersenjata. “Tapi, sikap TNI dan Polri sangat menentukan GAM. Bila mereka terus memburu dan melancarkan operasi militer, kami tak bisa diam,” ujar Abu Sofyan Daud, Juru Bicara Militer GAM, ketika dihubungi Tempo News Room di Lhokseumawe, Aceh Utara, Rabu (6/2). Kemarin Koran Tempo menerima pernyataan pers pimpinan GAM di Stokcholm, Swedia. Diantaranya, menegaskan kesediaan GAM untuk menciptakan masa penumbuhan kepercayaan dan penghentian kekerasan demi memulai proses demokratisasi. Poin tersebut hasil perundingan pemerintah Indonesia dengan GAM di Jenewa, 2-3 Februari lalu. “GAM patuh pada pimpinan,” tegas Sofyan Daud. Ia menyatakan Panglima GAM Muzakir Manaf telah menerima pemberitahuan hasil kesepakatan di Jenewa. Juru bicara TNI di Aceh, Mayor Inf. Zaenal Mutaqin, justru menuduh GAM memanfaatkan momen dialog untuk melakukan konsolidasi pasukan. “Coba lihat pada jeda kemanusiaan dan moratorium sebelumnya, GAM terus melakukan pelanggaran dan penyerangan terhadap pasukan TNI hingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Padahal pada waktu itu TNI tidak bawa senjata,” katanya. Karena itu, Zaenal menegaskan aparat TNI terus melanjutkan operasi militer hingga keamanan Aceh pulih. ”Kami tetap melakukan operasi sampai benar-benar aman,” ungkapnya. Ia menambahkan, saat ini Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Djali Yusuf sedang berada di Jakarta untuk membahas kelanjutan pelaksanaan Inpres VII/2001. (Zainal Bakri)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.