Jumat, 23 Februari 2018

Ralph L. Boyce: AS Inginkan Dukungan untuk Kasus Irak

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 14:36 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Amerika Serikat ingin mendapatkan dukungan untuk menggelar perang di Irak dengan memberikan bukti bahwa negara itu memang menyimpan senjata pemusnah masal. Irak terbukti menyimpan senjata pemusnah masal. Jika senjata itu meledak, maka akan menewaskan ribuan orang. Maka dari itu kami meminta kepada semua pihak untuk kembali memikirkan hal itu, kata duta besar AS untuk Indonesia Ralph L. Boyce, dalam diskusinya dengan sejumlah pimpinan media di Indonesia di rumahnya, Kamis (7/1). Pemaparan bukti ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Collin Powell, Rabu (5/2) malam waktu Indonesia, di depan Dewan Keamanan PBB. Dalam sidang tersebut, Powell mengemukakan bukti-bukti pelanggaran Irak yang telah ditemukan oleh pihaknya. Bukti-bukti itu berupa hasil sadapan telepon mengenai pemindahan amunisi kimia dari gudang senjata dan kepemilikan senjata biologi. Menurut Boyce, bukti-bukti yang tidak ditemukan oleh tim inspeksi PBB (UNMOVIC) saat melaksanakan tugasnya di Irak dikarenakan mereka tidak bertugas untuk menemukan bukti. Mereka hanya bertugas untuk mencari senjata, katanya. Hal yang sama yang menyebabkan mereka membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi. Dengan bersemangat Ralph mengatakan bahwa tidak ada orang yang mendukung Saddam Husein. Karena baik di luar dan di dalam Irak, Saddam pernah berbuat hal yang tidak benar. Eksternal, karena dia pernah merongrong Islam itu sendiri dengan melakukan invasi ke Kuwait dan Iran pada 1991. Sedangkan internal, Irak memiliki masalah sendiri dengan etniknya, masyarakatnya dan terutama dengan Islam itu sendiri. Kini, dengan ditemukannya senjata pemusnah masal di Irak, AS mengajak dunia untuk menyadari betapa pentingnya melawan Irak. Menurut Boyce, hal inilah yang perlu diperhatikan oleh semua orang, apalagi dalam kehidupan sekarang yang bersentuhan dengan terorisme. Kita percaya bahwa kita akan melakukan hal ini, katanya. Boyce menambahkan bahwa AS sangat menghormati keputusan Indonesia yang tidak mendukung aksinya. Tidak ada masalah dengan sikap pemerintah ini. Tetapi saya percaya, jika kita telah melakukan intervensi terhadap Saddam dengan memperhatikan alasan-alasannya, saya percaya mereka pasti akan mendukung saya, tandasnya. Mengenai waktu pelaksanaan serangan, Boyce mengatakan dirinya tidak bisa membeberkan rencana tersebut. Saya tidak boleh bicara tentang inside information, ujarnya. Tetapi, lanjut dia, hal ini bisa dilihat dalam enam bulan ke depan. (D.A. Candraningrum-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.