Djali Yusuf: Aceh Butuh Tujuh Batalyon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Kodam Iskandar Muda membutuhkan tujuh batalyon. Usulan akan segera diajukan ke Jakarta agar dilakukan penambahan pasukan secara bertahap. Pangdam Brigjen TNI Djali Yusuf juga meminta kehadiran Kodam Iskandar Muda tidak diartikan sebagai kembalinya bayang-bayang kelam masa lalu. “Saya mengajak masyarakat agar kehadiran Kodam jangan diartikan sebagai hadirnya bayang-bayang masa lalu. Tetapi ini merupakan kekuatan unutk menyelesaikan persoalan Aceh,” ujar jenderal kelahiran Aceh itu kepada Tempo News Room seusai peresmian Kodam Iskandar Muda di Banda Aceh, Selasa (5/2). Ia menyatakan kebutuhan prajurit di Aceh masih sangat besar. Untuk memenuhi standar mininum kekuatan sebuah Kodam, juga memperhatikan keadaan dan situasi di Aceh, Djali memperkirakan total kebutuhan pasukan sekitar tujuh batalyon. Sementara, saat ini sudah tersedia tiga batalyon pasukan organik diantaranya mencakup Batalyon Infantri 111, 112 dan 113. Kodam Iskandar Muda saat ini mempunyai kekuataan 9.000 prajurit ditambah 1.000 personel dari badan-badan pelaksana. “Kami akan mengusulkan karena setidaknya di Aceh ini terdapat tujuh batalyon. Tapi itu tidak dalam waktu dekat. Perlu waktulah untuk mengatur semua,” kata Djali. Untuk komando teritorial, di bawah Kodam terdapat dua Komando Resor Militer (Korem) yakni bermarkas di Lhokseumawe, Aceh Utara atau Korem 011/Liliwangsa, satu lagi di Banda Aceh yang dikenal dengan Korem 012//Teuku Umar. Djali sendiri berharap konflik antara TNI-Polri dengan gerilyawan GAM dapat segera berakhir menyusul perundingan antara pemerintah Indonesia dengan juru runding GAM di Jenewa. Ia berpendapat pertikaian yang berlarut-larut dengan mengedepankan senjata, pada akhirnya akan membuat kesengsaraan dan penderitaan rakyat Aceh tak kunjung selesai. (Zainal Bakri/Yuswardi A. Suud)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.