Sabtu, 24 Februari 2018

Beberapa Pimpinan GAM Nyatakan Ingin Bergabung dengan NKRI

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 13:10 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang juga Komandan Operasi Pemulihan Keamanan (Danopslihkam) Inspektur Jenderal Polisi Jusuf Manggabarani mengungkapkan adanya sejumlah pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ingin menggabungkan diri ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Sudah ada pimpinan-pimpinan mereka yang approach untuk menggabungkan diri,” ujarnya kepada Tempo News Room, seusai acara pengarahan Kapolri kepada Komandan Satuan Brigade Mobil se-Indonesia di Mabes Polri Jakarta, Selasa (5/2). Manggabarni berharap dengan adanya upaya untuk menggabungkan diri itu situasi di Aceh menjadi lebih kondusif. Saat ini pasca meninggalnya Panglima Angkatan Bersenjata GAM Teungku Abdullah Syafei, keamanan di Aceh sudah membaik. Dia juga membantah akan adanya serangan balik yang dilakukan oleh pasukan GAM. Penyerangan balik kata dia bisa dilakukan bila kondisinya kuat padahal saat ini kondisi GAM sudah lemah. “Bagaimana mau mengadakan serangan balik?” tanyanya. Ditanya soal pengaktifan kembali Kodam Iskandar Muda di Aceh, Manggabarani mengatakan hal itu tidak menjadi masalah bagi Polri. “ Tidak ada problem apa-apa dengan adanya Kodam,” kata dia. Posisi Polri, jelas dia, tetap seperti saat ini. “Justru [dengan adanya Kodam –Red] koordinasi antara Polda dan Kodam bisa lebih lancar,” ujarnya, seraya menambahkan komando tetap dipegang oleh dirinya selaku koordinator operasi. Namun, ujarnya, harus dilihat dahulu. Bila Pangdam merangkap Kolaops TNI, artinya dia berada langsung di bawahnya. Sedangkan pola pengamanan di Aceh tidak akan ada perubahan. “Kan sudah ada tugasnya sendiri-sendiri. Jadi proporsional saja sesuai tugasnya masing-masing,” katanya. (Retno Sulistyowati)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.