Minggu, 25 Februari 2018

WWF Cemaskan Keragaman Hayati Hutan Tesso Nilo Hilang

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 11:27 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:World Wide Foundation (WWF) mencemaskan kekayaan hayati hutan Tesso Nillo, Riau, akan punah oleh penebangan kayu. Direktur Bioregion Sundaland (Sumatera, Kalimantan, Jawa) WWF, Nazir Foead, Senin (4/1), mensinyalir tiga HPH di kawasan tersebut menebang kayu tanpa mempedulikan diameter pohon. Nazir, saat mempresentasikan survei terbaru WWF di hadapan Gubernur Riau Saleh Djasit Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Suhariyanto di Jakarta, mengatakan dengan cara tebang seperti itu, hutan itu bisa habis dalam empat tahun. Padahal, menurut survei, hutan seluas 200 ribu hektare itu memiliki kekayaan hayati yang sangat besar. Dari survei tersebut, hanya dalam 200 meter persegi mereka menemukan 218 jenis tumbuhan. Kepadatan hayati ini, menurut Nazir, lebih tinggi daripada keragaman di negeri tropis lain seperti Brazil, Peru, Kamerun, atau Papua Nugini. Ia mengatakan mestinya para pemegang HPH itu hanya mengambil kayu dengan diameter besar. "Namun yang kecil-kecil pun ditebang juga," kata Nazir. Ia sendiri tidak mengetahui, kemana kayu kecil-kecil yang jumlahnya tinggi itu, digunakan oleh perusahaan apa. Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, dengan berdasar data penelitian itu, WWF merekomendasikan agar pemerintah segera menetapkan Tesso Nilo sebagai kawasan konservasi. Bukan seperti ini yang berstatus hutan produksi terbatas. "Kalau tidak, negara akan rugi US$ 3 miliar pertahun," kata Nazir. Gubernur Riau mengatakan ia menyetujui pendapat Nazir. Tapi, katanya, "Menyelesaikan illegal logging harus mengasilkan keputusan win-win solution.” Ia mengakui pengamanan hutan di Riau masih belum berjalan dengan baik. Penegakan hukum, katanya, masih belum efektif. Ia mencontohkan lambannya polisi hutan menangani para penebang liar itu. "Belum ada sistem yang efektif menangani penebang liar," katanya. (Bagja Hidayat-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.