Banjir Sampang Tewaskan 38 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Kerugian akibat banjir di Jawa Timur diperkirakan mencapai Rp 40 miliar. Paling parah terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, yang diterjang banjir bandang disertai lumpur. “Rumah sakit di sana rusak berat. Kerugian akibat bencana kemarin kira-kira Rp 15 miliar,” ujar Gubernur Imam Utomo kepada wartawan di Surabaya, Senin (4/2). Selain Sampang, kerugian besar juga ditanggung Kabupaten Situbondo yang juga mengalami banjir bandang disertai lumpur. Fasilitas umum seperti jalan raya dan jembatan rusak, begitu pula pemukiman, hilangnya harta benda dan kehancuran tanaman persawahan juga kebun. Imam Utomo memperkirakan Rp 14 miliar. Sementara, Kabupaten Bojonegoro ditaksir rugi Rp 7 miliar menyangkut tanaman sawah dan kebun yang hancur, serta hilangnya ternak, harta benda amblas juga kerusakan fasilitas umum diantaranya sekolah dan kantor pemerintahan. Selain di tiga kabupaten itu, banjir bandang di Jawa Timur juga melanda Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Lamongan. Namun kerugian yang diderita warga dan pemerintah daerah tidak sebesar tiga kabupaten lain. Sementara itu, Ja’far Sodiq, anggota DPRD Jawa Timur, mengungkapkan data di Satkorlak Sampang menyebutkan korban meninggal 38 orang. “Korban kebanyakan ditemukan Jumat pekan lalu setelah air surut,” ujar politisi PKB yang asli Sampang tersebut kepada Tempo News Room. Para korban ditemukan di tengah-tengah tambak, di kawasan Jalan Mangkubumi, dekat stadion Sampang atau sekitar 300 meter dari kantor Polres Sampang. “Polisi kesulitan mengidentifikasi korban,” ujar Ja’far. Selain itu, jumlah rumah yang rusak berat dan terseret mencapai 532 buah. Lahan pertanian di Sampang yang hancur 1257,5 hektar, tambak rusak 1495 hektar dan sapi yang mati 117 ekor. (Adi Mawardi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.