Rekonstruksi Bayangan Kasus Bom Bali Digelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Rekonstruksi bayangan kasus bom di Bali digelar di Markas Besar Polisi di Bali, Sabtu (4/1) pagi. Rekonstruksi meliputi peristiwa di tiga tempat berbeda yakni Teminal Leuwipanjang di Bandung, Terminal Kampung Rambutan di Jakarta dan pertemuan di rumah kontrakan Idris di Solo. Rekonstruksi yang dilakukan oleh tim penyidik Mabes Polri itu untuk menjelaskan keterlibatan tersangka Rauf, Dedi Amin, Agus dan Imam Samudra. Menurut Juru Bicara Tim Penyidik Kasus Bom Bali, Brigjen Edward Aritonang dari ketiga rekonstruksi itu tidak ditemukan hal maupun tersangka baru. Berbeda dengan rekonstruksi sebelumnya, kali ini dilakukan di Mapolda Bali. Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Aritonang menjawab bahwa pemilihan tempat itu dengan pertimbangan hanyalah masalah keamanan dan teknis sepertijarak. Rekonstruksi ini bukanlah suatu keharusan karena, hal itu hanya untuk meyakinkan dan mendalami perkara bagi penyidik, katanya kepada pers di Mabes Polri, Jakarta. Sebagai contoh, lanjut Aritonang yang juga Kabag Humas Polri ini, kejadian di Terminal Leuwi Panjang Bandung, mereka melakukan pertemuan untuk membahas rencana jihad. Pada hal dalam BAP adalah perampokan Toko Emas Serang. Sedang peristiwa di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, adalah pelaporan pelaku perampokan yang dilakukan Rauf, Dedi Amin, Agus kepada Imam Samudra. Mereka melaporkan hasil perampokan itu berupa Rp 5 juta dan emas sekitar 2,3 kg, kata Aritonang. Sedang rekonstruksi ketiga adalah rekonstruksi yang seharusnya sudah terlaksana pada beberapa waktu yang lalu. Para tersangka sudah dibawa ke lokasi, tetapi mereka tidak bisa mengingat secara persis dimana rumah kontrakan Idris, kata Aritonang. Karena itu, rekonstruksi pada waktu itu hanya dilakukan untuk peristiwa pertemuan di rumah mertua Hernianto. Sedang materi pertemuan di Solo adalah membahas penjabaran hasil rapat di rumah Hernianto, mengenai keberangkatan ke Bali. Agar tidak mengganggu kelancaran proses rekonstruksi, wartawan tidak diperbolehkan melihat lebih dari 25 meter dari lokasi. Sementara itu, BAP tersangka Amrozi rencananya akan diserahkan ke Kejaksaan pada 6 Januari mendatang. Sedang untuk proses pencarian 11 orang tersangka lainnya yang terkait bom Bali hingga kini belum ada perkembangan baru. Kendati demikian, Aritonang tetap yakin bahwa para buronan itu masih berada di Indonesia. Meski telah ada penggrebekan dibeberapa tempat. Sampai sekarang mereka belum ditangkap, katanya. ( Purwanto Tempo News Room )

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.