Senin, 19 Februari 2018

Pasokan Beras dari Purwokerto ke Jakarta Tersendat

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 10:29 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa menyebabkan pasokan beras yang biasa didatangkan dari Purwokerto ke Jakarta menjadi tersendat. Padahal permintaan beras dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, hingga saat ini masih besar. Sejumlah pedagang beras di wilayah Banyumas mengakui adanya kesulitan pengiriman. Karena truk pengangkut beras tak bisa melintas secara lancar akibat kondisi jalan yang tergenang air dan licin. "Baru saja ada permintaan untuk segera dikirim beras ke Jakarta. Tapi sampai saat ini belum dapat dipenuhi karena truk yang seharusnya sudah tiba, sampai saat ini belum sampai di Purwokerto. Memang salah satu kendalanya saat ini adalah banjir," kata Suyanto, salah seorang pedagang beras yang biasa memasok beras ke Jakarta, kepada Tempo News Room, Senin (4/2) di Purwokerto, Jawa Tengah. Kendala lainnya, menurut Suyanto, adalah terbatasnya stok beras di gudang. Biasanya, kata dia, para pedagang beras di Banyumas mengirimkan 100 ton beras per harinya. Namun stok yang ada saat ini tinggal 25 ton. "Terpaksa, kemarin kita mengambil beras dari Pati untuk mencukupi kekurangan yang ada," kata dia. Sementara itu, Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) Haryanto mengatakan dalam tiga hari ini, APB telah mengirim 500 ton beras ke Pasar Induk Jakarta. Menurut Haryanto, terbatasnya stok beras di daerah dikarenakan para petani belum panen. Meski musim panen sekalipun, kata Haryanto, pengadaan beras kemungkinan akan menghadapi kendala karena hujan. "Umumnya petani di daerah masih cukup tradisonal. Untuk mengeringkan padi, mereka masih sangat tergantung dengan panas matahari. Sehingga kemungkinan pengadaan beras kali ini akan menemui sedikit hambatan," kata Haryanto. Di tempat terpisah, Wakil Kepala Sub Depot Logistik (Dolog) Wilayah IV Banyumas Slamet Ariyanto mengatakan, hingga kini belum ada permintaan tambahan beras resmi dari Jakarta. Kendati begitu, kata Slamet, Dolog Banyumas siap memenuhi jika Jakarta meminta. "Stok beras di gudang milik Dolog sampai saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Banyumas hingga lima bulan ke depan. Sehingga kalau memang ada permintaan agar kita mengirim beras ke Jakarta, stok beras di Banyumas masih cukup aman," kata Slamet. Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Bagian Perekenomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas Rofiq Widadi. Kendati belum ada permintaan dari Jakarta, namun pihaknya siap mensuplai bila Jakarta meminta bantuan. Biasanya, kata Rofiq, dropping dan distribusi beras ke Jakarta dikerjakan oleh para pedagang bukan antarinstansi. "Tapi kalau ada permintaan, tentu kita akan membantu. Kita juga selalu melakukan koordinasi dengan Dolog untuk terus menghitung kemampuan kita dalam mencukupi kebutuhan. Dan sampai saat ini, stok beras yang ada di gudang masih mencapai 33 ribu ton. Jumlah itu, cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah Banyumas hingga Juni 2002 nanti," ujarnya. Sementara itu dari pantauan di lapangan, harga beras di daerah Banyumas cenderung mengalami kenaikkan. Untuk beras jenis Karawang, seminggu lalu harganya masih berkisar antara Rp 3.300 - 3.500 per kilo namun Senin (4/2), naik menjadi Rp 3.750 per kilo Begitu juga dengan beras jenis Cisadane dari yang semula Rp 3.100 per kilo menjadi Rp 3.400 per kilo. Sedangkan untuk jenis IR 64 dari semula Rp 2.800 per kilo naik menjadi Rp 3.200 kilo. (Syaiful Amin)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Globalisasi Cinta, Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Menikah

    Ucapan Vicky Prasetyo soal Angel Lelga, Saya merasa reboisasi hati ini kian menjalar ketika globalisasi cintamu merasuk indepenisasi hatiku..."