PPP Reformasi: Hamzah Korupsi Kekuasaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reformasi menilai bahwa pidato Ketua Umum PPP Hamzah Haz di Surabaya, Sabtu (5/1) pagi, melanggar konstitusi dan memperkeruh suasana. “Sangat manipulatif, provokatif, dan agitatif,” ujar Zainal Maarif, bekas Wakil Ketua DPP PPP di Jakarta. Kepada Tempo News Room ditempat yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Saleh Chalid menyayangkan tak disinggungnya soal penundaan Muktamar PPP pada 2003. “Ini kan pelanggaran konstitusi, muktamar yang sedianya tahun 2003 lalu dipindah tahun 2004. Itu kan korupsi kekuasaan,” ujarnya jengkel. Karena itu pihak PPP Reformasi, kata dia, memilih untuk tidak hadir dalam Harlah PPP yang saat ini tengah berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Pidato Hamzah, menurut Chalid, sudah diprediksi oleh pihaknya. Agar tidak semakin kecewa, maka pihaknya memutuskan untuk tidak hadir. PPP Reformasi, lanjut Chalid, tetap berkeinginan agar muktamar digelar pada 2003, sejalan dengan aturan konstitusi mereka. “Masa jabatan DPP seharusnya hanya lima tahun. Dan PPP Reformasi sudah berulang kali mengutarakan ketidaksetujuannya, bahkan sampai berteriak-teriak,”ujarnya. Tak hanya itu, PPP Reformasi, juga telah memberikan deadline bagi DPP PPP untuk mengubah keputusannya, hingga Sabtu (5/1) ini. Namun, kata Chalid, DPP PPP dan Hamzah Haz telah menyia-nyiakan kesempatan emas yang mereka berikan.(Deddy Sinaga)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.