Tawuran Warga di Bandung, Satu Tewas dan 16 Luka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Selama sepekan polisi memberlakukan status siaga I di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (3/2) subuh, menyusul bentrokan warga dua desa yang mengakibatkan satu korban tewas, 16 luka-luka terkena sabetan senjata taja, bom molotov dan peluru ketapel. Sekitar 300 personel polisi diturunkan untuk meredakan ketegangan. “Kami baru bisa menentukan tiga tersangka pemicu kerusuhan,” ujar Ajun Komisaris Nelson Purba, Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polres bandung, ketika ditemui Tempo News Room tadi siang. Lewat penyisiran, polisi berhasil menyita 192 bom molotov, 29 golok, 10 pentungan besi, 4 ketapel, 2 kapak, 3 clurit, 90 butir kelereng, 1 drum minyak tanah untuk bom molotov, gir motor, rantai besi dan kayu kaso. Bentrokan berlangsung hampir empat jam, Sabtu malam, antara warga Desa Sasak Dua versus Desa Cileutik. Pemicu kerusuhan simpang siur. Menurut Yanto dari Sasak Dua, lantaran seorang warga desa itu ditembak senapan rakitan hingga bahu kanannya terluka dan dirawat di Rumah Sakit Soreang. Sebaliknya, warga Desa Cileutik mengaku tawuran dipicu insiden yang menimpa Wawan, pelajar SLTP dari desa itu, yang punggungnya luka parah karena disayat silet pemuda Sasak Dua. Ketegangan sontak menyeruak. Kemarahan kedua pihak pecah pada Sabtu malam. Ketika itu warga Cileutik bernama Endang dihajar tujuh pemuda Sasak Dua saat bermain gitar. Insiden di Gang Jafar itu menyulut tawuran besar. Kalangan kaum laki-laki keluar rumah, menenteng senjata, saling baku hantam disertai ayunan senjata. Suasana sangat mencekam sampai akhirnya pasukan polisi turun melerai. Informasi yang diperoleh, sembilan korban dirawat RS Immanuel Bandung dan tujuh lainnya di RS Soreang. Tatang, warga Cileutik, diketahui tewas. Sementara, aktivitas ekonomi seperti perdagangan komoditi di dua desa itu lumpuh total. Malam ini, polisi mempertemukan tokoh warga dan pemuda untuk terjalin perdamaian. (Upiek Supriyatun)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?