GAM Bantah Usir Warga Aceh Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Gerakan Aceh Merdeka (GAM) membantah telah mendalangi teror, intimidasi dan pengusiran warga enam desa di Kecamatan Jambo Aye, Kabupaten Aceh Tengah. “Kami sudah menerima laporan soal itu. Penduduk mengungsi karena diusir TNI dan para milisi,” ujar Komandan Operasi GAM Pusat Di Tiro,Tengku Amri bin Abdul Wahab, kepada Tempo News Room di Lhokseumawe, Sabtu (2/2) malam. Seperti diketahui, 274 warga enam desa telah mengungsi ke Desa Tanah Merah, Aceh Utara, sekitar 60 kilometer dari Lhokseumawe. Mereka tiba akhir pekan Januari lalu setelah menempuh perjalanan kaki selama 20 hari dengan melintasi hutan, pegunungan dan sungai deras. Seorang anak berusia dua tahun dan nenek meninggal dalam pengungsian itu. Seorang warga Desa Kerlang menceritakan, warga menerima surat dari GAM. Isinya, menyuruh penduduk enam desa itu hengkang karena dituduh berkomplot dengan TNI-Polri. Kejadian berikutnya, Kepala Desa Uning, Mahdi, tewas dibunuh dalam penculikan. Menurut Amri, penduduk yang terusir itu tidak hanya lari ke Tanah Merah, tapi juga mengungsi ke sejumlah tempat lain. “Tujuan pengusiran agar para milisi mudah membeli murah harta penduduk seperti ternak, hasil tanaman dan barang lainnya, lalu dijual lagi dengan harga lebih mahal,” paparnya. Sebaliknya, Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav. Lulu CK, menyakinkan bahwa warga yang mengungsi itu jelas-jelas mengaku diancam GAM. “Perbuatan mereka telah membuat masyarakat sangat menderita,” jelas Lulu. Tuduhan siapa yang benar? Tidak jelas. Kesaksian lain diberikan Muhamad Saleh, 40, pengungsi dari Desa Gerpa. Ia mengaku melihat lima orang yang datang ke desanya dan mengancam warga agar pindah. Mereka mengenakan pakaian loreng. “Saya lihat tiga orang memegang senjata yang ujungnya sebesar kepalan tangan. Tapi dibajunya tidak ada pangkat dan nama,” ungkap Saleh. (Zainal Bakri)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.