Jumat, 23 Februari 2018

Tanah Longsor di Jember Terjang 15 Ribu Hektar Padi

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 09:22 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jember:Sekitar 10 hektar tanah persawahan di Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Jember, amblas sedalam 27 meter akibat hujan deras Sabtu sore kemarin. Lima belas keluarga mengungsi. Longsoran tanah itu terbawa arus air deras, lalu menggenangi dan merusak 15 ribu hektar areal padi siap panen di Desa Darsono. Pantauan Tempo News Room di kabupeten yang terletak di belahan timur, Provinsi Jawa Timur, Minggu (3/2), longsoran tanah itu sebelumnya hanyut oleh hujan deras ke arah Sungai Patrang, hingga menjebol Bendungan Pucang Andap, kemudian melahap areal persawahan di Desa Darsono, tetangga Desa Kemuning Lor. “Ini bencana terbesar,” ujar Edy Sugianto, warga Dusun Darungan, yang mengaku melihat amblasnya tanah tersebut. Bencana serupa pernah terjadi pada 1985 dan 1995 lalu, namun tidak sedahsyat saat ini dengan dampak kerusakan yang menyedihkan. “Kami sama sekali tak menduga. Senin pekan lalu memang sempat terjadi longsor, tapi hanya kecil,” ujar Edy. Tanah yang amblas itu memang berada di daerah rawan longsor karena letaknya miring, biasa disebut persawahan berundak atau terasiring. “Kawasan tersebut termasuk lahan pertanian produktif. Tapi karakter tanah mudah longsor diterjang air hujan deras. Tipologi tanah seperti perbukitan, miring dan berundak,” ujar Mochamad Achwi, Kepala Desa Kemuning Lor. Pemandangan di persawahan Desa Darsono tampak mengenaskan. Lumpur menggenangi hamparan padi yang luas. Padahal, kalangan petani sudah berharap gembira akan hasil panen yang gemilang lantaran tidak adanya gangguan hama. Tapi, ternyata alam bertindak lain. Harapan pun buyar. “Selain kehilangan tanaman, para petani harus menanggung kerugian Rp 500 juta yang mereka keluarkan untuk biaya produksi,” ujar Abdurrahman, Kepala Desa Darsono. Menyusul bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengalokasikan dana sekitar Rp 1 miliar untuk menangani para korban, selain petani yang rugi besar juga 15 keluarga yang tidak punya lagi tempat tinggal. “Kebutuhan dana untuk menangani para korban memang cukup banyak,” ujar Mukhair Zauhari, Kepala Humas Pemerintah Kabupaten Jember. (Mahbub Djunaidy)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.