Pengungsi Maluku di Sul-Tra Capai 150 ribu Jiwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengungsi asal Maluku yang sampai kini masihmendatangi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sul-Tra) telah mencapai 150 ribu jiwa. "Agar tidak membebankan pemerintah, pengungsi diarahkan mencari nafkah di laut.Banyak pengungsi sekarang ini melakukan kegiatan budidaya rumput laut," kata Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Laode Kaimuddin, kepada TEMPO Interaktif, Rabu (21/2) malam, di Manado.

    Menurut Laode, selain budidaya rumput laut dan kegiatan perikanan lainnya, pengungsi juga ada yang bertani. "Belum ada tanda-tanda pengungsi akan berkurang Selama Maluku masih bergolak," ujar Gubernur Sul-Tra. Dikatakan, program transmigrasi bagipengungsi ini juga tidak ada lagi. "Tapi, setiap saat Sul-Tra menerima transmigrasi spontan dari Sulawesi Selatan," ujar Laode.

    Itu sebabnya, kata Laode, laju pertumbuhan penduduk di Sul-Tra meningkat drastis. Karenanya, ia berharap, aparat keamanan bertindak lebih tegas di daerah-daerahkerusuhan. "Hukum harus ditegakkan," kata dia.

    Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sul-Sel) H.Z.B Palaguna mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang masuk ke Sul-Sel juga mencapai ribuan orang. Pengungsiini datang dari Timor-Timur, Maluku dan Poso. (Verrianto Madjowa)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.