Jemaah Haji ONH Plus yang Terlantar Telah Diberangkatkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan jemaah haji lewat program ONH Plus dari berbagai perusahaan penyelenggara haji Indonesia yang terkatung-katung di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, akhirnya bisa melanjutkan perjalanan kembali ke Madinah. Masalah ini sudah selesai. Semalam (Jumat (31/1) malam-Red) mereka sudah berangkat ke Madinah, kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Urusan Haji Jeddah, Hasbu Marzuki, ketika dihubungi Tempo News Room di Jeddah lewat telepon, Sabtu (1/2). Seperti diketahui, sekitar seribu jemaah haji yang diberangkatkan Biro Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus lewat program ONH Plus dari berbagai perusahaan terkatung-katung di Bandara King Abdul Azis, Jeddah. Mereka menumpuk di sekitar bandara sejak Kamis (30/1). Keterlambatan ini terjadi karena keperangkatan mereka ke Madinah terganjal peraturan khusus yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Peraturan itu menyebutkan bahwa jalan darat menuju Madinah dari Jeddah sudah ditutup sejak 27 Januari 2003. Dengan demikian, jemaah yang hendak ke Madinah harus menggunakan perjalanan udara. Karena semua rute pesawat ke Madinah penuh, lanjut Hasbu, maka terpaksa para jemaah haji ONH Plus tersebut harus menunggu. Ada yang menunggu dari Kamis pagi hingga Jumat malam. Ada yang hanya menunggu beberapa jam, katanya. Sebanyak 300 hingga 400 orang diataranya telah diberangkatkan menggunakan pesawat udara sedangkan yanag lainnya menggunakan bis. Menurut Hasbu, sebetulnya aturan pengetatan tersebut sudah diketahui penyelenggara haji sejak bulan Oktober lalu, ketika utusan Menteri Haji Arab Saudi datang ke Jakarta. Bahkan, masih lanjut Hasbu, pemerintah Arab Saudi memberi kelonggaran dari yang tadinya ditutup tanggal 25 Dulqaidah menjadi 27 Dulqaidah. Hasbu mengatakan, ada sekitar 10 BPIH khusus yang tersandung aturan tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan Media Center Haji di Jeddah, perusahaan penyelenggara BPIH Khusus yang jemaahnya tidak bisa keluar dari bandara Jeddah diantaranya adalah PT Mitra, PT Paradiso, PT Lamtri, PT Jawara, PT Wisata Rahmah Semesta, dan PT Pancar Ni`mah. Mengenai jemaah haji yang baru datang pada Sabtu (1/2) pagi, Hasbu menjelaskan tidak ada masalah. Mereka yang baru datang subuh tadi sekitar satu bus telah memegang tiket penerbangan langsung ke Madinah, katanya. Tentang sanksi yang akan diberikan kepada BPIH Khusus, Hasbu menjelaskan bahwa hal ini bukanlah wewenang dia. Kami hanya petugas lapangan yang bertugas melaporkan peristiwa di lapangan, kata dia.(D.A Candraningrum - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.