Selasa, 22 September 2020

Departemen Pendidikan Bantu Rehabilitasi Sekolah Korban Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan membantu sekolah-sekolah yang terkena banjir di wilayah Jabotabek dan sekitarnya. Bantuan berupa rehabilitasi atau perbaikan-perbaikan di sekolah-sekolah yang rusak akibat terendam banjir. Termasuk memberikan buku-buku pelajaran. Hal ini dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Indra Jati Sidi dalam konferensi pers di gedung Depdiknas, Kamis (31/1). Menurut Menteri Pendidikan Nasional Malik Fajar bantuan tersebut telah diberikan sejak beberapa hari yang lalu, dan akan dilanjutkan hingga pertengahan Februari nanti. “Kita sudah sampai ngedrop nasi segala. Tapi ya…kalau tangannya sudah kebawah (memberi), ya enggak perlu disorot tivi,” ujar Malik menjawab pertanyaan wartawan mengenai langkah yang telah dilakukan Depdiknas terhadap sekolah yang terkena bencana banjir. Namun menurut Malik, tanggung jawab terhadap hal itu hendaknya tidak hanya dibebankan kepada pihak Diknas saja, tetap partisipasi masyarakat juga amat diperlukan. Presiden Mega, kata dia, juga sempat menyakan hal itu. “Ada block grant (dana bantuan) yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaki kerusakan- kerusakan yang terjadi, sambil mengajak masyarakat turut serta,” Indra menambahkan. Menurut dia, pihaknya sudah berada di “dalam trek” untuk mengantisipasi keadaan banjir akhir-akhir ini. “Depdiknas juga mendata, tidak hanya di Jabotabek tapi juga di beberapa daerah. Di Jakarta Timur saja sekitar 14 SMU (Sekolah Menegah Umum -Red) yang kena banjir, dan Jakarta Selatan empat SMU. Ini memang harus dilakukan sesuatu,” katanya. Depdiknas juga membebaskan kewajiban mengenakan seragam bagi para siswa yang rumahnya terkena banjir. “Sekolah itu yang penting sekolah, enggak pakai sepatu juga enggak apa-apa,” kata Malik. “Dalam keadaan emergency (darurat) seperti ini kami sudah mengadakan “relaksasi” (tidak mewajibkan) sepatu dan seragam, tidak harus. Mana mungkin, seragam sudah hanyut kok, dipaksa berseragam, saya kira aturan ini otomatis tidak akan diperlakukan dan kita akan berusaha memperbaiki keadaan segera untuk normal kembali,” Indra Jati menambahkan. Konferensi pers yang dihadiri oleh Mendiknas Malik Fadjar yang didampingi seluruh jajaran eselon I dan II Depdiknas ini diadakan untuk memberikan keterangan mengenai hasil-hasil pertemuan antara Depdiknas dan para Kepala Dinas Depdiknas, Rektor dan Kopertis se-Indonesia yang berlangsung selama 4 hari (28-31 Januari) di gedung Depdiknas (Dimas Adityo-tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.