Pasukan TNI Tewaskan Empat GAM di Aceh Singkil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Pasukan TNI mengklaim telah menewaskan empat anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam kontak senjata di kampung Batu-Batu, Kecamatan Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (29/1). “Mereka tidak diketahui identitasnya,” ujar juru bicara TNI di Aceh, Mayor Inf. Zaenal Mutaqin, kepada Tempo News Room di Lhokseumawe. Selama ini, Aceh Singkil diklaim aparat keamanan sebagai salah satu dari tiga kabupaten paling aman dalam operasi TNI. Alasannya, dari hasil pantauan aparat keamanan tidak sekali pun terjadi kekerasan bersenjata di sana sejak konflik Aceh pecah. Soal keberadan anggota GAM di Singkil, Zaenal berucap, “Kami terima informasi dari masyarakat setempat, bahwa di daerah itu terdapat beberapa orang bersenjata tak dikenal.” Info ini ditindaklanjuti dengan penyergapan tersebut, yang dipimpin Letnan Dua Inf. Sugeng. Namun Zaenal tidak menyebut berapa jumlah pasukan yang dikerahkan untuk menghadapi komplotan GAM tersebut. Dalam insiden itu, empat anggota GAM itu tewas di lokasi kontak senjata. Dari tangan para korban, aparat TNI menyita beberapa pucuk senjata masing-masing satu senapan laras panjang jenis AK47 standar beserta tiga magazine dan 282 peluru, lalu satu pucuk senapan M16 standar buatan dengan 3 magazine dan 159 peluru, terakhir satu pelontar granat (GLM, granate lonser machine) dengan satu peluru aktif. "Anggota GAM yang tewas itu pelarian dari Aceh Selatan, karena daerah tersebut selama ini sangat putih dan terbebas dari kelompok bersenjata. Indikasi lainnya, dari semua yang tewas tidak ada satu pun korban yang dikenali masyarakat setempat," demikian Zaenal. Hingga berita ini dilaporkan belum diperoleh konfirmasi dari petinggi atau juru bicara GAM. (Zainal Bakri)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.