Lima Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Buleleng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Singaraja:Bencana alam tanah longsor juga terjadi di dua desa Kabupaten Beleleng, Bali akibat hujan lebat kemarin. Ditemukan tiga korban tewas, sedang dua orang hingga kini hilang dan tujuh korban luka-luka. Tanah longsor berasal dari hempasan tanah Bukit Sukawani. Sementara di kawasan lain Buleleng, dua warga desa tewas terseret air sungai. Informasi yang dihimpun Tempo News Room, hujan lebat disertai angin kencang terjadi siang hingga menjelang sore, melanda empat banjar (dusun) yakni Banjar Anta Pura, Tegal Suci, Limo Sari dan Kajanan. Warga memilih tinggal di rumah. Tiba-tiba muncul suara bergemuruh dari arah Bukit Sukawani dan menerjang delapan rumah yang ada di di bawah. Kondisi terakhir, empat rumah rusak berat. Sedang kerugian materiil diperkirakan puluhan juta. Saat ini aparat kepolisian dipimpin Kapolres Buleleng Ajun Komisaris Besar M. Safei tengah bekerja keras untuk mencari dua warga hilang, yang diduga tertimbun tanah longsor. “Tiga korban meninggal lain sudah diketemukan, sedang tujuh warga yang luka-luka telah menjalani perawatan,” ujar Kapolres. Kemarin tanah longsor juga melanda Desa Banyu Poh, Kecamatan Gerokgak sekitar 90 km dari Tejakula, namun tidak menimbulkan kerugian materiil. Dua korban tewas yakni Wayan Sukerta, 80, dan Ketut Sukreni, 16. Keduanya terseret arus saat menyeberangi sungai. Banjir yang melanda Buleleng terbilang besar. Di kawasan ibukota, Singaraja, yang selama ini terbebas dari banjir, kemarin digenangi air setinggi satu meter. Seperti terjadi di Jalan Melur, Seruni, Angsoka, Kartini dan Jalan Mawar. Arus lalu lintas terganggu, tak sedikit mobil yang mogok karena kemasukan air. Sejumlah kantor pemerintahan dan puskesmas tak bisa beraktivitas karena digenangi air. (Alit Kertaraharja)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.