Jumat, 14 Desember 2018

Kapal Dumai Express 10 Tenggelam, 59 Penumpang Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Batam - Kapal penumpang Dumai Express 10 tujuan Batam - Dumai tenggelam pagi ini (22/11). Dari 213 penumpang, 180 berhasil dievakuasi dan satu orang dinyatakan meninggal, serta 59 penumpang lainnya belum ditemukan.

    Kapal berangkat dari Batam pukul 08.00 WIB. Sejam kemudian, tepatnya di perairan Tekong Hiu, kapal diterjang ombak lalu tenggelam. Pihak pelabuhan di Karimun menerima laporan setengah jam kemudian lalu segera mengirimkan Kapal Dumai Express 5 untuk mengevakuasi penumpang yang selamat.

    Komandan Bitpol Air Polisi Ajun Komisaris Besar Muhammad Yasin mengatakan pihaknya mengirim lima kapal patroli untuk memberi bantuan mengevakuasi korban. Kelima kapal tersebut adalah Kapal Patroli 648, 649, dan sisanya dari  Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

    Kapal diduga melebihi kapasitas karena dari daftar penumpang yang tertera di loket penjualan tiket Dumai Express hanya 200 penumpang, tapi dari laporan yang ada tercatat 213 penumpang. Sebanyak 200 di antara penumpang adalah orang dewasa dan 13 lainnya anak-anak.

    Masmur, 45 tahun, salah satu keluarga korban, mengatakan keluarganya yang berangkat menggunakan Kapal Penumpang Dumai Express 10 sebanyak empat orang, termasuk istrinya bernama Isra, 38 tahun, dan adik-adiknya yaitu Marliyono, Herlina, Rusmawati. Mereka tidak tercantum namanya di daftar penumpang. Namun istri Masmur telah menghubungi dari Rumah Sakit Karimun bahwa hanya Rusmawati yang belum diketahui apakah selamat atau ikut tenggelam.

    Nurlis Saragih, 50 tahun, juga penumpang Dumai Express 10 tak tercantum namanya yang membuat anaknya Ruslida Sinaga gusar. Pantauan Tempo di Sekupang, keluarga korban telah memadati gerai tiket di Sekupang untuk mencari tahu keadaan keluarganya.

    Kepala Kantor Pelabuhan Batam Roki Ahmad belum bersedia memberi keterangan dengan alasan ingin berangkat ke Tanjung Balai Karimun. "Tunggu nanti saya beri informasi, saya buru-buru," kata dia.

    RUMBADI DALLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.