Minggu, 19 Agustus 2018

Miniatur Kapal Perang Majapahit Dijual Rp 200 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Mojokerto - Tidak banyak tertulis dalam buku sejarah tentang armada perang Kerajaan Mojopahit. Padahal, dalam beberapa literatur, diantaranya ukiran relief di beberapa candi menunjukkan, armada perang Mojopahit begitu perkasa. Mereka mengarungi lautan, memperluas daerah jajahan hingga luas wilayahnya hampir mencapai luas wilayah Nusantara.

    Perahu layar andalan Mojopahit merupakan perahu yang dikenal di zaman malaise kala itu. Selain untuk berdagang, kapal juga digunakan untuk perang. Kapal itu digunakan prajurit Mojopahit untuk mengarungi lautan. Keperkasaan perahu begitu melegenda, bahkan terdengar sampai ke negeri seberang.

    "Beberapa literatur mengatakan itu, diantaranya yang ditulis Ma-Huan, sewaktu melakukan perjalanan dagang ke Jawa," kata Djuhari Witjaksono, pembuat miniatur kapal layar kepada Tempo kemarin di Pameran Mojopahit, Kamis (12/11).

    Terbukti, miniatur kapal perang Mojopahit buatan Djuhari laku keras. Turis asing kerap mencari dan memesan miniatur kapal ini. Harga satu miniatur kapal juga mahal. Satu kapal, dijual dengan harga antara Rp 200 hingga Rp 300 juta, sesuai dengan ukuran dan tingkat kerumitan
    pembuatan. Untuk membuat satu kapal perang, membutuhkan waktu enam bulan.

    Untuk jenis miniatur kapal perang ini, lelaki renta dengan usia 80 tahun ini hanya membuat lima buah. Miniatur kapal dibuat dengan panjang sekitar dua meter.Tiga miniatur hasil buatanya laku, dan satu lagi diminta Gubernur. "Kalau yang kecil-kecil dengan harga puluhan juta banyak, sudah tak terhitung," kata dia.

    Dijelaskan, modifikasi kapal perang Mojopahit kala itu juga terus dikembangkan. Setidaknya, terdapat tiga jenis kapal yang digunakan tentara mojopahit dan masyarakatnya. Kapal layar, adalah kapal jenis pertama, yang banyak digunakan untuk berperang. Setelah itu, muncul generasi kapal kedua, yaitu kapal Junk Java.

    Junk Java adalah kapal dagang, yang biasa digunakan masyarakat untuk mengangkut rempah-rempah. Kapal ini juga terkenal, pada abad XIV. Bahkan, banyak pihak menyebut kapal ini sebagai ikon titik kembalinya perdagangan di Indonesia. Generasi ketiga adalah jenis kapal perang.
    Bedanya dengan perahu layar, kapal ini didesain khusus untuk perang.

    Kapal-kapal Mojopahit itu, terang pak tua yang menekuni seni pembuatan miniatur kapal selama 28 tahun ini, kerap jadi jujukan turis. Turis dari berbagai negara, diantaranya China, Amerika, Rusia, dan Belanda kerap singgah di galerinya, Jl. Brawijaya, Mojokerto.

    Lelaki asli Mojokerto ini sempat menuturkan,"jika turis saja kenal dengan perahu ini, masak pemuda Indonesia tidak," ucapnya sembari mengumbar senyum. Dia melanjutkan,"jarang yang tahu, kalau Mojopahit memiliki sejarah angkatan laut yang perkasa."

    M. TAUFIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.