PDIP Setuju Pemilu Dengan Sistem Proporsional Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pimpinan Fraksi PDIP DPR, yang juga Ketua Pansus Pemilu, Teras Narang, mengaku telah menghadap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk membahas sistem Pemilu. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan berbagai perkembangan dan pertimbangan yang berkaitan dengan sistem pemilihan. Pada prinsipnya, PDIP berpandangan bahwa sistem apapun sepanjang itu memudahkan bagi masyarakat maka itu yang akan dipilih, katanya, dalam konferensi persnya, di gedung DPR/MPR, Selasa (28/1). Dengan konteks mempermudah bagi rakyat untuk melaksanakan haknya, maka pilihan jatuh kepada sistem proporsional terbuka. Namun, ada pertimbangan lain yang dikemukakan Narang, yakni sistem itu perlu penyempurnaan untuk lebih mempermudah pemilihan. Carannya, calon memilih gambar partai, sekaligus memilih nama yang bisa mewakilinya. Usulan penyempurnaan ini, PDIP mengusulakn agar ada penambahan kolom di antara gambar partai dan nama calon. Kolom itu dipakai untuk menuliskan nomor calon yang ada dalam daftar nama. Namun, jika kemudian pemilih hanya mencoblos gambar partai dan tidak menulis nama, maka menjadi kebijakan partai yang dicoblosnya. Artinya, itu akan langsung memilih calon nama dengan nomor urut satu, katanya. Selain itu, ia menegaskan partainya tetap menggunakan propinsi sebagai daerah pemilihan. Hal itu berbeda dengan usulan pemerintah yang menggunakan daerah pemilihan di propinsi atau daerah bagiannya. Berbeda juga dengan usulan Golkar yang meminta daerah pemilihan ada di tiap kabupaten atau kota. Ketika ditanya tentang pernyataan Soetjipto, seperti diungkap usai rapat PDIP di Lenteng Agung, Selasa (28/1), bahwa partainya tetap menggunakan proporsional tertutup, Narang kembali menegaskan bahwa keputusan Fraksi PDIP adalah proporsional terbuka. Saya kan sudah duduk di sini, dan bicara kepada kalian bahwa keputusannya adalah proporsional terbuka. Soal Sutjipto, itu kan hanya wacana, tandasnya. (Andi Dewanto/Dede Ariwibowo Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.