Pemerintah Bentuk Tim untuk Mengusut Kasus Hendra Rahardja secara Perdata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dai Bachtiar, menyatakan dengan meninggalnya Hendra Rahardja, tersangka kasus BLBI, maka kasusnya secara pidana telah gugur. Namun, kemungkinan untuk memprosesnya secara perdata masih akan dilakukan pemerintah Indonesia. Negara sekarang ingin menyelamatkan atau mengambil aset Hendra dari hasil korupsinya. Oleh karena itu, saat ini, pemerintah sedang mempelajarinya bersama Menteri Kehakiman, dan Kejaksaan Agung mengenai langkah apa yang akan diambil untuk mengambil aset itu, kata Dai, di gedung DPR/MPR, Selasa (28/10 Berkait dengan itu, selain menempuh jalur dalam negeri, langkah diplomatis dengan pihak Australia juga akan dilakukan. Pertama adalah jalur Kedutaan Besar (Indonesia) di Australia. Nah, kita akan berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri dahulu, katanya. Dai menambahkan, kepolisian akan memberikan masukan kepada Departemen Luar Negeri sehingga bisa digunakan untuk melakukan pengecekan ke luar negeri. Pasalnya, setiap negara tentu memiliki aturan tertentu yang harus dihormati negara lain. Karena kita juga belum tahu otoritas polisi Australia sebesar apa dalam kasus ini. Kita kan belum tahu sistemnya, dan kita akan bekerja sama dengan Interpol, ujar Dai. Seperti ditulis sebelumnya, Hendra Rahardja yang divonis seumur hidup sendiri dikabarkan meninggal di Australia. Pemilik Bank Harapan Santosa ini tersangkut kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia sebesar Rp 1,95 triliun. (Andi Dewanto Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.