TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Teknologi Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa atau DPP PKB Ahmad Iman Sukri mengatakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Marzuki Mustamar tetap menjadi kader prioritas partainya untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur atau Pilgub Jatim.
Iman menyebut potensi koalisi antara PKB dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih terbuka di wilayah itu. Dia menargetkan komunikasi antara PKB dan PDIP soal Pilgub Jatim akan selesai sekitar 17-20 Agustus mendatang sebelum Muktamar PKB ke-6 digelar.
"Feeling saya pertengahan bulan ini sudah ketemu tokohnya," kata Iman saat ditemui di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat pada Senin, 12 Agustus 2024.
Pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak telah lebih dahulu diusung oleh mayoritas partai politik, terutama yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). PKB dan PDIP merupakan partai yang belum menentukan sikap di Pilgub Jatim.
Iman mengatakan PKB sejauh ini masih berencana untuk berkoalisi dengan PDIP, terlebih kedua partai itu telah menguasai kursi DPRD. "PKB pemenang di situ 27 kursi. Bisa mengusung sendiri sebenarnya. PDIP juara dua di situ. Jadi, sejauh ini sih kami akan mencalonkan kader sendiri bareng PDIP," kata dia.
Iman mengakui Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi salah satu sosok yang dipertimbangkan PKB untuk dijadikan pasangan Marzuki Mustamar. "Oke oke aja. Bu Risma mewakili PDIP, Kiai Marzuki mewakili PKB. Cuma, kami hitung kekuatannya bagaiamana nanti. Karena kami melawan petahana, tentu harus punya nilai jual agar pertarungannya bisa dimenangkan," ujarnya.
Ia pun memastikan bahwa Khofifah-Emil tidak akan menjadi pasangan calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pilgub Jatim. "PKB dan PDIP kalau bersatu di Jawa timur sudah pasti enggak kotak kosong," kata Iman.
Pilihan Editor: Respons Megawati PDIP, PKB, dan Gerindra Soal Airlangga Hartarto Mundur dari Kursi Ketua Umum Golkar