Polisi Curiga Penculikan 7 Pelajar Hanya Rekayasa GAM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Langsa:Kepala Polres Aceh Timur Ajun Komisaris Besar Gaguk Sumartono belum menerima laporan dari keluarga tujuh pelajar yang diculik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dituduh mata-mata TNI dan Polri. “Kami langsung mencari informasi, apakah penyanderaan murni atau sekadar rekayasa,” katanya kepada Tempo News Room di Langsa, Sabtu (26/1) malam. Ia berjanji bila tindakan itu terbukti kriminal, jajaran anak buahnya akan menangkap pelaku penculikan. Gaguk mengaku mendengar wawancara TVRI dengan juru bicara GAM wilayah Peureulak, Ishak Daud, Jumat malam, yang juga melibatkan seorang korban penyanderaan. “Ketika wawancara, sandera malah bicara sambil tertawa,” katanya. Gelagat itu membuat Gaguk curiga. Menurutnya, polisi menelusur motif penculikan sebenarnya. Lagi pula, jelasnya, ada keanehan lain karena yang ditahan pelajar sekolah, sedang GAM meminta pihak internasional yang membebaskan. “Kalau itu benar, jelas melanggar hukum humaniter. Jadi minta bantuan internasional itu sistem apa. Anak-anak sekolah itu kesalahannya apa? Dan, pihak internasional fungsinya apa? Nah itu kan tidak nyambung (terkait),” paparnya. (Zainal Bakri)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.