Sidang Tanwir Amanatkan PP Muhammadiyah Perjuangkan Kadernya Jadi Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Denpasar:Keinginan untuk memperjuangkan kader terbaik Muhammadiyah menjadi pimpinan nasional, merupakan salah satu bagian dari keputusan Sidang Tahunan (Tanwir) Muhammadiyah yang berakhir, Minggu (27/1) siang, di Hotel Natour Bali, Denpasar. Kendati begitu, menurut Ketua PP Muhammadiyah A Syafii Ma'arif keputusan itu tidak berkaitan dengan rencana Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mengajukan Ketua Umumnya, sekaligus bekas Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais, sebagai Presiden. "Kita tidak mau terjebak dalam power struggle, maka kita tidak menyebut nama, penyebutan kader Muhammadiyah pun identik dengan kader bangsa yang memiliki visi kuat dan berkemampuan," katanya kepada wartawan di Denpasar, Bali, Minggu (27/1). Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Dia menyebut amanat itu sebagai tekad untuk memberikan kontribusi memecahkan masalah kepemimpinan bangsa. "Jadi bukan suatu bentuk politik praktis," katanya. Kendati Maarif mengatakan bahwa Sidang Tanwir tidak akan dijadikan ajang politik praktis bagi Muhammadiyah. Namun, karena desakan yang muncul dari para peserta Sidang, masalah pimpinan nasional akhirnya dijadikan sebagai salah satu keputusan, yang oleh Sidang Tanwir diusulkan kepada Pengurus Pusat untuk diperjuangkan. Masalah ini dikaitkan dengan kondisi bangsa dan negara yang rapuh hampir pada seluruh sektor kehidupan. “Diperlukan pemimpin nasional yang visioner, dan sudah saatnya Muhammadiyah mengambil peran,’’ kata Bambang Sudibyo, bekas Menteri Keuangan yang juga salah seorang anggota PP Muhammadiyah, ketika tampil sebagai pembicara pada Sidang Pleno III yang membahas masalah Pencerahan dan Visi Indonesia ke Depan. Masalah keinginan agar kader Muhammadiyah menjadi pimpinan nasional, selama berlangsungnya Sidang Tanwir sempat mengundang perdebatan. Bahkan pada awal acara pembukaan Sidang Tanwir, Kamis (24/1), masalah ini sudah dilontarkan Shoofwan Karim Elha, MA, dari Pengurus Wilayah (PW) Mummadiyah Sumatera Barat. Pada Sidang Pleno I, dia sempat menyebut nama Amien sebagai figur yang pantas diperjuangkan. “Mulai sekarang sudah saatnya dipikirkan untuk memperjuangkan kader Muhammadiyah menjadi presiden. Tokoh seperti Amien Rais sudah pantas untuk jabatan itu,’’ katanya sembari menambahkan, posisi pimpinan nasional itu memang sudah saatnya diisi oleh Muhammadiyah karena NU sudah memperolehnya. Menanggapi hal itu, Maarif menyebutnya sebagai sekadar wacana. (Jalil Hakim-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.